Jumat, Mei 14, 2021
BerandaParipurna DPRD Sarolangun Beberapa Kali Tertunda, Audien Jadi Bingung
Array

Paripurna DPRD Sarolangun Beberapa Kali Tertunda, Audien Jadi Bingung

FAKTA PERS – SAROLNGUN.

Sidang Paripurna DPRD Sarolangun Selasa (12/09) dipimpin Wakil Ketua DPR Amir Mahmud, di ruang persidangan DPR sempat alot, sehingga audien serta puluhan tamu undangan dari Unsur Pimpinan Daerah (UPD) tersentak kebingungan.

Pasalnya, seusai pembacaan pandangan umum dari DPRD tentang hasil Reses tingkat satu DPRD tahun 2017, sidang  langsung ditutup, tidaklama berselang sidang kembali dibuka dengan Agenda Penyampaian Kebijakan Umum perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plapon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten. Sarolangun Tahun Anggaran 2017.

Penyampaian KUPA dan PPAS akan dilangsung bacakan oleh Wakil Bupati Sarolangun, seketika terdengar Isntruksi dari salah seorang anggota DPRD yakni Hermi. S.Sos dari partai PAN dan Praksi PKS melalui microfonya.

“Inzin Instruksi boleh ketua, terima kasih ketua, saya Hermi dari Praksi PKS. Jadi sebelum menyampaikan kebijakan umum perubahan Anggaran KUPA, ada satu yang ingin saya tanyakan, karena kemarin di anggaran murni ada yang saya lihat, ada anggaran yang kita sah dan kita sepakati itu ada yang tidak terlaksanakan, padahal anggaran murni, pertanyaan saya yang murni ini ada yang tak terlaksana bagaimana kita adakan perubahan lagi, contoh Jambatan Muaro mensao itu sudah dianggarkan dari dana daerah dan kini belum terlaksana, Mohon jawabannya terimakasih ketua.” ucap Hermi.

Instruksipun mulai bermunculan, yakni dari Supratman Partai PDIP, dan dilanjut Hapis Hasbiallah partai PKS, Muhamad Saihu PDIP, Padlan Arafiqi PKB, dan Dewan lainnya, dengan kondisi tersebut sejumlah tamu undangan dari Unsur Pimpinan Daerah (OPD) terlihat kebingungan dengan jalannya persidangan yang berlangsung.

“Izin Pimpinan, Pembacaan KUPA dan PPAS langsung dibacakan saja dulu kalau ada instruksi lain nanti kita bahas ” Ucapnya Supratman.

Instruksi langsung dilanjut Hafis Hasbiallah, “Instruksi pimpinan, kita harap, tetapkanlah kapan pastinya pembangunan jambatan mensao, di APBDP ini atau 2018, bagi saya semuanya masyarakat sarolangun, Jangan adanya pilih pilih pembangunan mulai dari Batang Asai sampai Hujung Bathin VIII, dari Mandiangin hingga kesingkut semua masyarakat Sarolangun” Ungkapnya Hafis Hasbiallah.

Instruksi lagi oleh M. Syaihu Partai PDIP, “Izin Pimpinan, pembangunan jangan dilibatkan dalam urusan politik ” katanya Saihu dengan ditambahnya pantun yang sulit dimengerti.

Sidangpun masih berlanjut, dengan kondisi kian membuat kebingungan para Audien serta Azan Sholat Ashar telah masuk, Instruksi dilakukan oleh Fadlan Arafiqi praksi PKB.

” Izin Pimpinan, Berkenaan dengan waktu Sholat Ashar telah masuk, sesuai dengan program Bupati kita untuk sholat berjamaah, sidangnya mohon diskor dulu, Terimakasih ” Ucap Padlan.

Sidangpun di sekor Oleh Pimpinan sidang selama lima belas menit, untuk sholat berjamaah dan dilanjutkan dengan jawaban Oleh Wakil Bupati Hilallatil Badri terkait pertanyaan DPRD Hermi, serta membacakan Penyampaian Kebijakan Umum perubahan Anggaran KUPA dan PPAS APBD Anggaran 2017.

” Anggota DPRD dan hadirin kami hormati, baik saya sampaikan tentang tanggapan yang di persoalkan tadi, bahwa kita sampaikan ini baru KUPA dan PPAS, nanti apa yang saudara tanyakan nanti dapat dilakukan sendiri hering dengan Instansi Teknis, apa yang menjadi persoalan akan terjawab, dan kemudian jika belum puas dari hasil hering, bisa saja sampaikan melalui pandangan Fraksi, Demikian dari saya .” Tutupnya Wabub Hilallatil Badri dan melanjutkan pembacaan KUPA dan PPAS. (sanu)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments