Jumat, Mei 14, 2021
BerandaPembangunan Jaringan Iringasi di Panyabungan Bermanfaat Bagi Masyarakat
Array

Pembangunan Jaringan Iringasi di Panyabungan Bermanfaat Bagi Masyarakat

FAKTA PERS – MANDAILING NATAL.

Proyek pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di lingkungan IV, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang bersumber dari dana DAU tahun anggaran 2017 serta dikerjakan oleh CV.  Graha dengan masa pengerjaan selama 120 hari, tidak ada permasalahan dalam pengerjaan proyek tersebut.

Pasalnya, pengerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi tersebut rapi, kokoh, kualitas bagus, dan volume proyek tidak berkurang sesuai bestek RAB.

Terkait adanya sejumlah pohon kapas dan kelapa di sekitar proyek tersebut disinyalir tidak bermasalah, karena volume proyek sudah ditambah.

A Lubis, warga Kelurahan Panyabungan II Selasa (19/09) mengatakan, “proyek rehabilitasi jaringan irigasi tersebut sangat bermanfaat bagi petani. Karena dengan adanya irigasi, hasil panen petani semakin meningkat, dan mempermudah mendapatkan air untuk persawahan di sekitar irigasi yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Madina semakin mudah untuk mendapatkan air.”

Terkait keabsahan batang pohon yang ada di sekitar proyek irigasi, dikarenakan pada saat proses pengerjaan proyek tersebut masa panen petani, jika pohon tersebut ditebang oleh kontraktor, maka persawahan masyarakat petani yang di sekitar proyek akan hancur.

Lebih lanjut disampaikan A Lubis kepada wartawan, bahwa untuk mencari solusi agar persawahan masyarakat petani tidak hancur, maka ada kesepakatan antara kontraktor dengan petani agar pohon tersebut tidak ditebang, namun volume proyek ditambah dari sebelumnya.

Di tempat terpisah, Andi juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, khususnya Dinas Pekerjaan Umum Madina yang telah mengalokasikan dana untuk lanjutan pembangunan irigasi di daerh mereka.

“Dalam hal ini juga kita berharap kepada pemerintah agar meneruskan pembangunan irigasi tersebut pada selanjutnya, sehingga air persawahan tidak ada lagi yang tersendat atau kekurangan. Walaupun cuaca panas, persawahan pertani tetap bisa mendapatkan air dari irigasi.” ungkap Andi. (M Efendi)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments