oleh

Pemda Halteng Desak Organda Manfaatkan Terminal Weda

-Daerah-262 views

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Dinas Perhubungan Pemkab Halteng Kamis, (28/09/2017) pukul 11.00 Wit menindaklanjuti Peraturan Bupati (Perbup) Tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Terminal Dan Retribusi Terminal yang bertempat di Aula Kantor Bappeda Halteng.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Halteng, A. Yasin Hayatudin menggandeng Organda dan puluhan sopir angkutan dan sopir ojek dalam rangka mensosialisasikan Perbup Tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Terminal Dan Retribusi Terminal dengan tema “SOP Penataan Terminal Weda KRU Angkutan Penumpang Umum”.

Hadir dalam acara tersebut Kadishub Halteng A. Yasin Hayatudin, KBO Lantas Polres Halteng IPDA Wartono, Ketua Komisi III DPRD Halteng, Sahrun Jafar, Kabag Hukum Basri Dawan, dan Perwakikan Organda Halteng dan pukuhan sopir angkutan dan motor ojek serta para undangan lainnya kurang lebih 30 orang peserta.

Terkait hal itu, Ketua Komisi III DPRD Halteng Sahrun Djafar menyampaikan dan mendesak kepada pihak Organda Kabupaten Halmahera Tengah agar dapat memanfaatkan fasilitas terminal yang sudah disediakan oleh Pemda Halteng, sehingga pemanfaatan terminal tersebut dapat mendukung Pemerintah dalam mengenjot PAD dan merubah pola pikir kita untuk menuju ke arah perubahan yang lebih baik,” pintahnya.

Selain itu, Ia juga sangat membutuhkan komitmen bersama baik Pemerintah Daerah dan seluruh Stackholder yang ada termasuk Organda dan para sopir angkutan dan sopir motor ojek,” ujarnya.

Sementara KBO Lantas Polres Halteng, IPDA Wartono dalam penyampaiannya sangat merasa kesal karena menurutnya selama dua bulan dirinya bertugas di Polres Halteng fasilitas terminal yang sudah di sediakan Pemkab Halteng tak di fungsikan dengan baik oleh Organda dan sejumlah sopir angkutan. Selain terminal kata dia, penggunaan sarana berlalulintas pun sangat parah kondisinya. Dan semua ini terjadi terkesan kita semua masih tutup mata. Oleh karena itu, jika kita sendiri sudah bisa menilai tentang buruknya situasi lalu lintas yang ada dan berusaha ingin merubah hal tersebut dan berharap membangun kesadaran dengan sendirinya maka pastinya peluang lapangan kerja juga akan terbuka,” jelasnya. Ia memberikan contoh hal kecil tukang parkir, pedagang asongan dan lainnya.

Terkait dengan pengguna kendaraan bermotor khususnya Jasa Ojek berharap agar jika membawa penumpang harus memakai helm juga (Depan-Belakang) karena sudah sering kami melakukan Razia kedapatan pelanggaran seperti itu sangat marak terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah. Mestinya sebagai masyarakat yang menduduki Ibu kota Kabupaten harus memberikan contoh kepada masyarakat di pedesaan,” bebernya.

Ia juga menambahkan, bahwa salah satu cara untuk memajukan sistem perekonomian suatu daerah itu, dengan memanfaatkan fasilitas umum yakni terlebih dahulu harus sadar dan tertib Administrasi dan tertib Hukum, salah satu contoh yakni maraknya kendaraan yang berplat hitam yang masih juga mengangkut penumpang, untuk itu nantinya pihaknya (Satuan Lalulintas) bersama Dishub dan Satpol PP akan melakukan koordinasi untuk melakukan penertiban karena selama ini kami sifatnya masih bisa toleransi, tetapi jika sudah ditegaskan soal aturan namun masih ada kebijakan untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada maka dari itu mari kita bersama – sama berkomitmen untuk membangun Terminal Kota Weda demi kesejahteraan bersama dan berkomitmen untuk realiasasi bersama di lapangan,” harapnya.

Sementara Kabag Hukum Pemda Halteng, Basri Dawan juga mengatakan bahwa Angkutan umum sesuai aturan tidak bisa yang plat hitam sebagaimana aturan lalulintas yaitu UU 22 tahun 1999. Dan aturan yang sebenarnya yakni mobil angkutan umum harus menggunakan plat kuning. Sehingga tentunya kami dari bagian hukum juga akan melakukan kerja sama dengan Dishub untuk membuat regulasi dalam persoalan ini,” tuturnya.

Pada kesempatan itu juga Kepala Dinas Perhubungan Pemda Halteng A. Yasin Hayatudin menyampaikan pihaknya akan mencoba membuat regulasi terkait pola gerak terminal. Terminal bisa maksimal apa bila Organda masuk kedalam untuk hendak memanfaatkannya. Sebagaimana aturan yang berlaku, apakah ada izin angkut penumpang atau ada izin trayek atau tidak. Dan ternyata selama ini tidak ada izin trayek. Dan juga mobil berplat hitam yang mengangkut penumpang tidak mendapat jaminan keselamatan dari jasa raharja,” ujarnya.

Untuk itu sambil menunggu pengurusan plat hitam ke plat kuning sementara ini kita sepakat plat hitam masuk sambil menunggu proses plat kuning dan Kadis Dishub sendiri siap untuk memfasilitasi dikeluarkannya izin. Kita harus bisa bercermin dengan Kabupaten lain seperti di Kota Tobelo karena rata – rata semua kendaraan penumpangnya berplat kuning, masa di Halteng sendiri tidak bisa,” pungkasnya.

Dan sesuai dengan data yang ada pada kami kata Kadishub saat ini mobil yang menetap di Halteng sebanyak 70 lebih mobil, namun yang memiliki plat kuning hanya 9 mobil.

Kifli salah satu pengurus Organda Halteng juga angkat bicara dan menyatakan bahwa pada prinsipnya Organda siap mendukung kebijakan Pemerintah yang ada terkait dengan tertib Administrasi dan tertib Hukum serta berjanji secara bertahap/berjenjang akan melakukan pengurusan plat hitam ke plat kuning,” janjinya.

Dalam pertemuan itu dapat di simpulkan bahwa Dishub sangat berharap dan meminta dukungan kepada seluruh stakeholder salah satunya Organda sehingga dalam waktu dekat ini akan buat kesepakatan bersama antara Dishub dan Organda. Sedangkan terkait dengan KER sebesar Rp. 120.000/bulan. Pertemuan sosialisasi Perbup tersebut dilangsungkan dengan panandatanganan berita acara kesepakatan antara Komisi III DPRD Halteng, Satuan Lantas Polres Halteng, Dishub Halteng dan Bagian Hukum bersama Organda Halteng dan Ojek.
Dalam rapat tersebut, telah disepakati bersama bahwa pada Senin, 2 Oktober 2017 terminal Weda sudah dapat difungsikan seluruh mobil penumpang masuk terminal. Selain Organda Dishub juga membuat Kesepakatan bersama dengan para ojek akan dilanjutkan pada rapat khusus Dishub, Lantas, Ojek dan masyarakat di Dishub dalam waktu dekat ini.

(Ode)

Komentar

News Feed