Minggu, Juli 25, 2021
BerandaPemda Halteng Diduga Menjual Asset Pemda
Array

Pemda Halteng Diduga Menjual Asset Pemda

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Penebangan ribuan pohon kelapa yang merupakan asset Pemkab Halteng yang terletak di Desa Tilope dan Desa Sosowomo, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah mendapat sorotan publik. Sebab, ribuan pohon kelapa yang ditumbang tersebut diduga dijual oleh Pemda Halteng ke salah satu pengusaha yakni Ode Yanto sebesar Rp. 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah). Sehingga hal ini mendapat sorotan masyarakat.

Munculnya sorotan masyarakat ini akibat ribuan pohon kelapa yang ditumbang itu dijual Pemda Halteng kepada salah satu pengusaha yang belakangan ini diketahui bernama Ode Yanto asal Binongko, Kecamatan Buton, Kabupaten Sulawesi Tenggara. Kini ribuan pohon kelapa tersebut sudah dipotong-potong dengan ukuran tiga meter sampai empat meter (satu pohon dipotong tiga).

Kaimudin, salah satu pengawas kepada Fakta Pers Media Jumat, (29/09/2017) kemarin di lokasi kerja tepatnya di Desa Sosowomo bahwa ribuan pohon kelapa yang sudah dipotong tiga ini telah dijual oleh Pemda Halteng sebesar 50 juta dan telah dibayar oleh Bos saya yakni Ode Yanto,” bebernya.

Kaimudin juga menyampaikan bahwa penebangan ribuan kelapa ini ada tiga kelompok, karena di areal yang saat kita angkut sebanyak 800 pohon kelapa yang sudah ditumbang dan dipotong tiga, sementara yang di dekat lapangan bola kaki desa Tilope dan di pantai belum sempat diangkut karena itu kelompok lain lagi yang menumbangkannya. Tapi pembelinya satu saja yakni Bos Ode Yanto,” ujarnya.

Ribuan pohon kelapa yang sudah dipotong tiga ini kami angkut kemudian ke tepi pantai di desa Aer Salobar dan desa Tilope untuk dimuat ke kapal kemudian dijual ke Surabaya. ” kapal saat ini masih dalam perjalanan ke sini,” jelasnya.

Ia juga mengaku harga per pohon kelapa yang di jual Pemda Halteng seharga Rp 40.000. Untuk itu Bos saya sudah membayar 50 juta kepada Pemda Halteng. Ia juga menyampaikan bahwa sudah 2.500 pisis atau batang kelapa yang di angkut ke tepi pantai,” akunya.

Pantauan Fakta Pers Media Jumat, (29/09/2017) kemarin di lokasi, ternyata ada satu unit Excavator Naxiz 200 merek Hitachi warna orens yang diduga alat berat tersebut milik pemda Halteng yang memuat ribuan pisis batang kelapa itu ke dalam dumtruk warna kuning plat kuning DG 9001 SU. Sampai rilis berita ini di terbitkan pihak Fakta Pers Media masih menelusuri pihak Pemda Halteng yang menjual ribuan pohon kelapa yang merupakan asset Pemda Halteng itu. (Ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments