Sabtu, Juli 31, 2021
BerandaPendeta Sibenpopo Dinilai Pembuat Konflik
Array

Pendeta Sibenpopo Dinilai Pembuat Konflik

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Dua warga Desa Sibenpopo Kecamatan Patani Barat Kabupaten Halmahera Tengah Kamis, (14/09/17) pukul 17.30 WIT mendatangi awak media Fakta Pers Media di Desa Nurweda Kecamatan Weda menyampaikan sikap Ketua Panitia Pilkades Sibenpopo, Demas Bernat Degilaha yang juga menjabat sebagai Pendeta ini.

Dua warga Sibenpopo ini yakni Libret Matahari dan Melki Lontaan mendatangi awak media karena tak puas dengan hasil penyampaian sidang sengketa pilkades yang di sampaikan pihak BPMD pada sidang kemarin.

Menurut mereka, Dinas BPMD Halteng dinilai tidak mengedepankan demokrasi, pasalnya terkesan berpihak pada pihak yang menang, sementara sikap kandidat yang memperjual belikan suara tidak digubris, selain itu alat bukti pencoblosan yang mestinya dipersiapkan Panitia Pilkades tak digunakan alias pencoblosan menggunakan yang lain bahkan di perbolehkan panitia surat suara bisa di coblos dengan tombak dan pedang juga di perbolehkan, tapi lagi-lagi tak di gubris oleh pihak BPMD Halteng.

Selain itu, Pendeta Sibenpopo Kecamatan Patani Barat, Demas Bernat Degilaha yang juga Ketua Panitia Pilkades Sibenpopo yang belum memiliki KTP Halteng bisa melakukan pencoblosan, bahkan Panitia melakukan pungutan liar sebesar 2.500.000, kepada tiga Kandidat. Namun, ini pun tak di gubris oleh Panitia Pilkades Kabupaten dalam hal ini pihak Dinas BPMD Halteng. Olehnya itu kami menilai BPMD tidak netral dalam menjalankan pesta demokrasi pada pemilihan kepala desa,” papar Melki Lontaan.

Dia menuturkan bahwa jauh sebelumnya kami telah berkoordinasi dengan Panitia Pilkades Kabupaten, dan mereka meminta seriap pelanggaran pilkades harus disertai alat bukti, dan kami membawa tiga alat bukti di antaranya many politik uang sebesar Rp. 30.000 yang dilakukan kandidat Nomor Urut 1 Yeskol Paparang (Kepala Desa terpilih), kemudian tenda atau tenti yang disiapkan Yeskol Paparang dan alat bukti yang ketiga alat bukti pencoblosan yang berlubang dengan tujuan bisa mengetahui bagi warga yang tidak mendukung Kandidat nomor urut 1 Yeskol Paparang. Namun, tiga alat bukti tersebut tidak di tanggapi oleh pihak BPMD Halteng,” bebernya.

Mereka menilai BPMD bekerjasama dengan Panitia Pilkades karena soal kecurangan dinas terkait dinilai tidak netral, padahal awalnya dinas BPMD meminta silahkan mencari alat bukti untuk di perlihatkan,” kesalnya.

Selain itu sikap pendeta juga diduga memicu konflik karena selalu menebar kejelekan masyarakat, bahkan tidak memiliki KTP tetapi bisa menyalurkan hak pilihnya,” terang Libret Matahari yang juga peserta pilkades ini. (Ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments