Sabtu, Mei 8, 2021
BerandaPuluhan Kendaraan di Weda Kembali Merayap Ke APM Akibat Tarif Pengecer Yang...
Array

Puluhan Kendaraan di Weda Kembali Merayap Ke APM Akibat Tarif Pengecer Yang Mahal

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Meskipun Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Sub APMS Hi Agil baru di habiskan dua hari kemarin oleh masyarakat. Hari ini Jumat, (08/09/17) puluhan kendaraan roda empat dan dua kembali merayap ke Sub APMS untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Hal ini sering terjadi di akibatkan karena Pemkab Halteng tak bernyali menertibkan harga Bahan Bakar Minyak khususnya premium di sejumlah pengecer di Kota Weda yang menjual BBM premium dengan harga Rp 9000 perliter.

Lihat saja, kata Iwan salah satu warga yang ikut antrian, puluhan Kendaraan yang sedang antrian ini sedang menunggu sampai datangnya BBM, karena takut tidak kebagian sehingga meskipun dumptruk tangki Sub APMS Agil masih dalam perjalanan menuju lokasi masyarakat sudah lebih dulu merayap antrian,” akunya.

Saat ini Sub APMS Hi Agil nampaknya jadi incaran warga, terlihat pada Jumat, (08/09/17) siang sekitar pukul 14.00 Wit, puluhan kendaraan terpaksa antrian untuk mendapatkan BBM premium. “Kalau di pengecer talalu mahal, padahal jarak dari APMS dan Sub APMS tidak sampai 500 meter, tapi sejumlah pengecer menjual Rp 9000 sampai 10.000 perliter,” katanya.

Karena mahal kata Iwan sehingga warga memilih mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di agen minyak, karena harganya ikuti standar nasional ketimbang membeli premium pada pedagang pengecer.

Ia juga mengatakan meskipun lama antriannya, tapi harga beli di APMS normal, dari pada kita beli dipengecer harganya mahal. Bayangkan, kalau kita isi bensin di pengecer ukuran takarannya kadang tidak cukup, namun harganya tetal 10.000,” jelasnya.

Ungkapan yang sama di sampaikan Riswan Ahmad, mengisi BBM di agen jauh lebih hemat dan irit untuk isi dompet, sebab harga jual BBM jenis premium di pengecer saat ini sangat mahal. Anehnya, harga Bahan Bakar Minyak melonjak seperti ini tapi tak mendapat perhatian dari Pemkab Halteng untuk menertibkannya. Paling tidak di buat penetapan harga kepada sejumlah pengecer agar tidak seenaknya main harga,” pintahnya.

Selain itu, pemilik Sub APMS, Hi Agil ketika di temui, kepada Fakta Pers Media mengaku penjualan bbm jenis premium ini tak berjalan lama, kemungkinan hanya seminggu, jika tak mau terjadi kelangkaan BBM, maka kuota Sub APMS premium dan minyak tanah di tamba biar Kabupaten Halmahera Tengah tak mengalami krisis BBM,” harapnya.

(Ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments