oleh

Wartawan Madina Bersatu, “Derita Wartawan Tapteng, Derita Wartawan Madina Juga”

-Daerah-289 views

FAKTA PERS – MANDAILING NATAL.

Gabungan Jurnalis Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari berbagai lembaga kewartawanan seperti, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Komite Wartawan Republik Indonesia (KWRI), dan Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI) mengadakan musyawarah terkait masalah hukum yang ada di Madina dan di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (19/9) di Aula Hotel Rindang.

Digelarnya musyawarah tersebut untuk membahas masalah hukum yang mencuat belakangan ini. Mengingat seringnya terjadi dugaan kriminalisasi terhadap profesi jurnalis yang penanganan hukumnya terkesan lamban serta disinyalir tidak mewakili hak hukum sebagai warga negara Indonesia yang disebut negara hukum.

Penasehat KWRI Madina, Iskandar Hasibuan, SE, Ketua PWI Madina, Sarmin Harahap, SH, M. Si, Sekretaris HIPSI Madina, Maradotang Pulungan, Wakil Ketua KWRI Madina, Abdul Majid Nasution, dan wartawan senior Gong Matua Hasibuan selaku pimpinan musyarawah melaksanakan sesi tanya jawab guna menggali informasi. Pendapat serta masukan dari para jurnalis untuk mencari formula atau tindakan apa yang akan diambil untuk menyelesaikan kasus-kasus hukum yang selama ini menimpa wartawan, khususnya di Madina.

Dalam musyawarah tersebut disimpulkan solusi ataupun gerakan yang akan dilakukan Jurnalis Madina dengan menggelar aksi bela Jurnalis ke Polres Madina.

Dari rapat sejumlah jurnalis telah dapat kesimpulan penuntasan terkait permasalahan hukum terhadap segala kasus hukum yang ada di Madina, baru akan dilanjutkan dengan melakukan aksi pembelaan terhadap BEL, rekan wartawan Tapteng yang saat ini sedang tersandung kasus hukum dan diduga dikriminalisasi serta terkesan dipaksakan.

Kesimpulan rapat jurnalis tersebut akan melakukan Aksi Bela Jurnalis pada hari Senin (24/09), di Polres Madina.  (M Efendi)

Komentar

News Feed