Selasa, Maret 9, 2021
Beranda 2 Bocah SD Jadi Korban Sodomi, Kapolsek Barumun: Kami Tidak Memiliki Kewenangan
Array

2 Bocah SD Jadi Korban Sodomi, Kapolsek Barumun: Kami Tidak Memiliki Kewenangan

FAKTA PERS – PADANG LAWAS.

Dua bocah pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Padang Lawas (Kab Palas) tepatnya di Desa Paringgonan Jae, Kecamatan Ulubarumun menjadi korban kekerasan seksual oleh H (15), pelajar SMP hingga berulang kali di belakang rumah pelaku dan di belakang sekolah dasar di desa tersebut.
Berawal dari pengakuan Korban HH (9) terhadap orang tuanya yang mengalami kesakitan pada bagian dubur, setelah dibujuk ternyata anaknya mengalami kekerasan seksual yaitu dengan cara disodomi oleh H.
“Anak saya terus keluhkan sakit pada bagian duburnya, awalnya saya kira hanya sakit biasa, namun setelah saya bujuk akhirnya dia mengaku kalau anak saya sudah disodomi hingga berulang kali oleh H, anak tetangga saya yang duduk di bangku SMP kelas 9, karena kalau tidak dilayani nafsu bejatnya H mengancam akan memukul anak saya yang hanya duduk di bangku SD kelas 3,” ungkap orang tua korban (red).
Demikian juga APH (6) pelajar SD kelas 1 yang mengalami hal serupa yang diduga dilakukan oleh H. Menurut pengakuan APH, atas musibah yang dialami HH dan APH kedua orang tua korban sepakat untuk melaporkan H ke Polsek Barumun.
Kedua orang tua korban mengaku Polisi telah merekomendasikan HH dan APH yang menjadi korban sodomi agar menjalani visum di RSUD Sibuhuan, namun orang tua korban merasa kurang puas atas pelayanan Polsek Barumun yang dinilai lamban menangani laporan tersebut.
“Kami melapor mulai pukul 9 pagi dan atas rekomendasi dari polisi, anak kami sudah divisum, namun hingga pukul 16 sore ini kami belum menerima bukti tanda lapor kami, dan pelaku juga masih bebas berkeliaran di desa. Bagaimana kalau korban bertambah, lalu bagaimana status keamanan kami di desa,” ungkap orang tua korban yang merasa kurang puas atas pelayanan Polsek Barumun.
Kapolsek Barumun saat di mintai komentarnya terhadap permasalahan tersebut kepada faktapers.com mengungkapkan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menangani kasus tersebut, yang dapat menangani kasus tentang perlindungan anak hanya di Polres.
“Kami tidak menangani kasus demikian, yang ada hanya di Polres dan mengenai Perlindungan Anak hanya ada di sana. Mau Polsek di manapun tidak ada yang menangani kasus demikian,” ungkap Kapolsek Barumun melalui selulernya Jum’at (21/10/17).
Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab Palas tidak berhasil ditemui di kantornya. Saat dihubungi melalui selulernya Kadis mengatakan pihaknya beserta Kabid sedang tugas luar.
Sekjen Laskar Merah Putih Kabupaten Padang Lawas mengungkapkan, pihaknya sangat prihatin melihat kondisi yang dialami korban maupun orang tuanya. “Besar harapan masyarakat Palas agar pelaku dapat ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku sehingga dapat meminimalisir korban lain.”
“Generasi muda merupakan aset paling berharga di Bumi Indonesia ini, melihat pengakuan dari korban ini bisa berdampak trauma yang berkepanjangan. Kalau pelaku dibiarkan dengan alasan kewenangan sehingga dikuatirkan pelaku menghilang atau melarikan diri. Tentu sama saja kita biarkan wabah yang jelas-jelas akan menambah korban berikutnya, lalu siapa yang bertanggung jawab?” tegasnya.(R9)

Most Popular

Recent Comments