oleh

Akibat Tak Ada SDM, Pelayanan Air Minum di Halteng Dikeluhkan

-Daerah-215 views

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Sulitnya pelayanan air minum dan air bersih di Ibu Kota Weda, Kabupaten Halmahera Tengah ini sehingga Senin, (02/10/2017) kemarin kami dipanggil pihak DPRD Halteng untuk menjelaskan permasalahan yang dinilai semakin parah ini. Buktinya, air minum dan air bersih yang dikelola Kepala Unit Pelaksana Teknis Sistem Penyediaan Air Minum Effendi Mas’ud, dibawah kendali Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Halteng saat ini mendapat sorotan masyarakat karena airnya berwarna kuning dan keruh. Hal ini di sampaikan Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Ibu Caca nama sapaan Aisah Kadir.

Ia juga mengaku bahwa Unit Pelaksana Teknis Sistem Penyediaan Air Minum Pemkab Halteng saat ini sudah berada dalam pengawasan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman berdasarkan Surat Keputusan Bupati Halteng Nomor : 800/KEP/112/2017 Tentang Pengangkatan Kepala Unit Pelaksana Teknis Sistem Penyediaan Air Minum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman yang di terbitkan pada tanggal 13 Februari 2017 lalu,” jelasnya.

Ia juga mengisahkan ketika pihaknya dipanggil DPRD untuk menjelaskan permasalahan pelayanan air minum yang terjadi di Kota Weda, lalu saya bersama Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Ir Muhammad Risal langsung menemui Kepala Unit Pelaksana Teknis Sistem Penyediaan Air Minum Halteng bapak Effendi Mas’ud diruang kerjanya dalam rangka agar pada hari tanggal 2 September 2017 dapat hadir mendampingi kami dalam rapat kerja bersama DPRD. Karena kami tak akan bisa menjelaskan permasalahan yang terjadi soal air minum berwarna kuning dan keruh kepihak DPRD jika hal itu pertanyakan,” ujarnya.

Karena kami tidak menangani soal teknisnya kata Bu Caca. Namun sayangnya Pak Effendi memarahi kami berdua seakan – akan kami mencampuri pekerjaannya. Selain itu Ia juga beralasan kurang enak badan dan meminta salah satu tenaga honorernya mendampingi kami di DPRD,” ungkapnya.

Atas sikapnya itu, saya bersama Kadis langsung menemui Bapak Bupati dan menceritakan hal ini, tapi apa tanggapan Bupati. ” Effendi itu susah di atur, coba kalian ke Sekda, itupun mendapat pernyataan yang sama pula dari kedua pimpinan kami sehingga kami terpaksa harus menghadapi katika rapat kerja.

Bu Caca meminta kepada Bagian Organisasi untuk merubah Peraturan Bupati (Perbup) Nomor : 3 Tahun 2017 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta tata kerja unit pelaksana teknis sistem penyediaan air minum Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Hal ini ia lakukan karena saking kesalnya atas sikap Kepala Unit PAM bapak Effendi yang menyatakan mereka mencampuri pekerjaan,” ungkapnya.

Terkait persoalan pengelolaan air minum kata Bu Caca Kota Weda sangat bergantung pada dua hal, yaitu kualitas dan kuantitas air baku, terlepas dari siapapun yang mengelola (Perusahaan Daerah Air Minum atau Swasta atau Koperasi sekalipun).

(Ode)

Komentar

News Feed