Rabu, Maret 3, 2021
Beranda Cabuli Siswi SMK, Oknum PNS Nias Barat Terancam 15 Tahun Penjara
Array

Cabuli Siswi SMK, Oknum PNS Nias Barat Terancam 15 Tahun Penjara

FAKTA PERS – KEPULAUAN NIAS.

Terkait kasus pencabulan dan pemerkosaan terhadap salah satu siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Nias Barat “AG” alias Bunga (17) Desa Gunung Baru, Kecamatan Moro’o Kabupaten Nias Barat yang dilakukan oleh salah satu PNS yang bernisial SZ alias Ama Nando (40) asal Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, Wakapolres Nias Kompol Emanueli Harefa, S.Pd,MH. didampingi oleh Kaurbin Ops Sat Reskrim Iptu Sonifati Zalukhu, SH, Kanit I Sat Reskrim Ipda Sugiabdi, dan Kanit PPA Sat Reskrim Bripka Jonnes Zai, menggelar Konfrensi Pers, di Mapolres Nias, dan menetapkan SZ alias Ama Nando (40) sebagai tersangka, pada Kamis (19/10/2017).

“SZ ditetapkan sebagai tersangka  setelah dilakukan Gelar Perkara oleh Penyidik serta hasil pemeriksaan dari para saksi  dan hasil visum,” terang Wakapolres Nias Kompol Emanueli Harefa.

Untuk diketahui bersama, bahwa kasus ini bermula ketika orang tua Bunga, Elisona Gulo  membuat laporan di Polsek Mandrehe dengan Nomor : LP / 25 / IX / 2017/ NS-Ndehe pada tanggal 17 September 2017, bahwa anaknya Bunga sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah.

Dari laporan tersebut, Polsek Mandrehe bekerjasama dengan Unit PPA Sat Reskrim Polres Nias melakukan rangkaian penyelidikan dan didapatkan informasi bahwa kepergian Bunga tidak sendirian, melainkan bersama  SZ.

Setelah ditemukan, dari Bunga didapatkan informasi bahwa selama ia bersama SZ  mereka telah melakukan hubungan layaknya suami isteri. Ketika mereka menginap di salah satu Hotel di Nias Selatan dan demikian juga pada saat mereka menginap di salah satu Hotel di Kota Gunungsitoli.

Bunga mengakui bahwa ia rela melakukan hal tersebut dengan SZ karena dijanjikan akan dinikahi. Sedangkan di balik cinta terlarang mereka, SZ sudah mempunyai istri  dan anak.

Hubungan asmara mereka berawal pada saat Bunga melaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) di kantor SZ di Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Barat.

“Awalnya kejadian ini pada hari Sabtu 16 September 2017 sekitar pukul 09:09 WIB di Kedai Misop Simpang III Lahomi, Desa Sisobandao, Kecamatan Sirombu. Kemudian pada bulan Juli 2017 sekitar pukul 20:00 WIB dan tanggal 21 Agustus 2017 di Desa Onolimbu, Kecamatan Lahomi tempatnya di ruang kerja Bendahara Lantai II Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Barat,” tutur bunga.

Bunga menambahkan, “pada  tanggal 16-17 September 2017 kami menginap di salah satu penginapan di Pantai Lagundi Kabupaten Nias Selatan dan tanggal 17-28 September 2017 SZ melakukan lagi di kamar 3 V di Hotel Malaga, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli,”

Pada kesempatan tersebut Wakapolres Nias juga menjelaskan, bahwa kepada SZ dikenakan pasal 81 subs Pasal 82 dari Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas Undangan-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Yo Pasal 332 ayat (1) dari KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 Tahun Penjara. (Deserman Lase)

Most Popular

Recent Comments