Jumat, Mei 14, 2021
BerandaDPRD Tidore Diminta Jangan Provokasi Keadaan Soal Lahan Kelapa Genjah
Array

DPRD Tidore Diminta Jangan Provokasi Keadaan Soal Lahan Kelapa Genjah

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan, diminta untuk tidak melakukan provokasi persoalan lahan kelapa Genjah yang berada di Lahan bekas Perusahaan Nasional Perkebunan (PNP) di Kelurahan Akelamo kecamatan Oba Tengah Provinsi Maluku Utara. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Pembangunan Kota Tidore Kepulauan di Halaman Kantor Walikota Tidore, Senin (16/10/17).

Menurut massa aksi, DPRD Tidore sebagai lembaga yang menjadi marwah bagi rakyat Tidore, sengaja menjadi Sutradara dalam memainkan peran persoalan lahan kelapa Genjah, serta menjadikan masalah Akelamo sebagai satu keputusan dalam mengeluarkan Hak Angket untuk menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

“Ada sejumlah anggota DPRD yang mencoba memprovokasi masyarakat Akelamo dengan mencoba menjadikan masalah tersebut sebagai tunggangan politik sehingga menjadikan Akelamo sebagai pintu masuk,” kata Kordinator aksi Idham Hasan lewat corong pengeras suara di Halaman Kantor Walikota Tidore.

Selain itu, massa juga meminta Walikota dan Wakil Walikot agar lebih tegas terkait dengan  hujatan yang tidak ada dasar hukum yang disuarakan oleh kelompok orang tertentu terutama di media Sosial, baik Facebook maupun WhatsAPP. Massa juga menghimbau agar Walikot dan Wakil Walikota tidak perlu takut dengan pembentukan hak angket yang di keluarkan oleh beberapa anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan.

Dalam kesempatan itu juga, massa meminta DPRD dan Pemkot Tikep harus menyelesaikan masalah ini secara baik, jangan DPRD menjadikan Pemkot sebagai lawan karena masalah Akelamo. Biarkanlah masyarakat yang sudah menyepakatai apa yang telah di putuskan bersama sehingga masalah tersebut tidak berkepanjangan karena nantinya akan menghambat program Pemerintah yakni ArgoMarine.

Massa menilai, bilaman ada masyarakat yang meragukan eksitensi hak kepemilikan Tanah, tentunya ada lembaga yang wajib menyelesaikan itu. Dan jikalau masyarakat berkenaan maka wajib hukumnya untuk membawa masalah ini ke pengadilan, sehingga ada kepastian hukum dari lembaga Pengadilan.

Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Walikota Tidore Muhammad Sinen, SE dengan di dampingi Sekertaris Daerah Ir. Thamrin Fabanyo, serta sejumlah pimpinan SKPD di halaman kantor Walikota, mengatakan kepada massa aksi, bahwa dirinya sangat mengapresiasi kedatangan aksi sebagai bentuk pengontrolan terhadap Pemerintahan, Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen.

Muhammad Senin juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Tidore agar tetap mengawal program dan visi misi Walikota dan Wakil Walikota demi kesejahteraan masyarakat Kota Tidore Kepulauan. Pada kesempatan itu juga, Muhammad Senin berharap kepada segenap insan pers liputan Tidore agar dalam menyajikan berita terkait dengan persoalan ini harus fair agar tidak menjadi polemik di masyarakat secara luas.

Setelah mendengarkan apa yang disampaikan oleh Wakil Walikota, maupun Sekertaris Daerah, serta pihak Dinas pemukiman dan Perumahan Rakyat. Wawali kemudian meminta massa aksi agar bubar dengan tertib hingga ke tujuannya masing-masing.

Untuk diketahui, sebelum massa aksi melakukan unjuk rasa di Kantor Walikota Tidore Kepulauan, Massa yang datang menggunakan 3 unit truck, puluhan armada angkot, dan 1 mobil pick up dilengkapi  dengan dua pengeras suara  mengelar aksi unjuk rasa di depan Polres Tidore serta di kantor DPRD Tidore.

Aksi di DPRD, massa diterima langsung oleh Ketua DPRD, Anas Ali dan Wakil Ketua  DPRD, Mochtar Djumati. Dalam hearing, Ketua DPRD menyampaikan bahwa, dirinya akan mengevaluasi  anggota DPRD sebagaimana tuntutan yang disampaikan oleh massa. Sementara itu, Mochtar Djumati menambahkan bahwa pihak DPRD tidak menolak terkait dengan masuknya investor yang menggelola lahan yang berada di Kelurahan Akelamo, hanya saja DPRD menginginkan investasi yang sehat dan membawah dampak pada Kota Tidore Kepulauan. (ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments