Minggu, Juli 25, 2021
BerandaJemaat GBI Weda Harus Patuhi Peraturan Dua Menteri
Array

Jemaat GBI Weda Harus Patuhi Peraturan Dua Menteri

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Halteng Sabtu, (30/09/2017) pukul 11.00 Wit di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Halteng menggelar pertemuan dalam rangka mencari solusi peribadatan (aktiivitas) jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Weda yang mendapat sorotan masyarakat.

Dalam pertemuan yang digelar FKUB Halteng ini tujuanya untuk membenahi sorotan masyarakat terkait dengan aktivitas peribadatan jemaat GBI Weda di Desa Nurweda Kecamatan Weda. Sebab, menurut masyarakat jemaat GBI belum bisa melakukan aktivitas jika belum memenuhi peraturan dua menteri tersebut. Untuk itu kata Ketua FKUB Halteng, Rusli B.M Dji Husin pada kesempatan itu menyampaikan pendapat untuk di sepakati bersama 6 (enam) poin di bawah ini diantaranya.

1). Jemaat GBI Weda tidak boleh beribadah di daerah yang tidak ada jemaatnya,
2). Harus ada surat pernyataan apa bila  berpindah dari jemaat lain,
3). Persyaratan anggota GBI yang di sahkan oleh Pemerintah Desa melalui KTP dan KK,
4). Sebagai pimpinan jemaat, ketika masuk atau di tugaskan harus dilampirkan Surat Keputusan,
5). Gereja tidak boleh berada di wilayah yang mayoritas dan atau,
6).  Tidak boleh beraktivitas peribadatan yang menunjukkan seolah-olah rumah jemaat itu gereja.

Hal ini di sampaikan Ketua FKUB Halteng Rusli B.M Dji Husin kepada Fakta Pers Media Sabtu, (30/09/2017) diruang kerjanya usai mengskorsing pertemuan keagamaan tersebut dan di lanjutkan kembali pada pukul 13.30 wit. “Pokoknya kami pihak FKUB Halteng barusan menyusun enam poin untuk di sepakati bersama. Hal itu di lakukan bertujuan untuk mengantisipasi sorotan masyarakat terkait dengan aktivitas jemaat GBI. Karena baru-baru ini dari pihak ormas Islam di Kecamatan Weda juga meminta kepada kami agar pertemuan bersama pihak jemaat GBI Weda melibatkan atau mengundang mereka (Ormas Islam). Namun Ketua FKUB Halteng belum mau mengundang Ormas Islam sebab takutnya Ketua nanti tidak menyelesaikan masalah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua FKUB Halteng, Rusli B.M Dji Husin, Wakil Ketua I FKUB Halteng, Drs Pendeta Marten Booroto yang juga menjabat sebagai Korwil Gereja GMIH Halteng, Ketua II FKUB Halteng, Pemdeta G. D Tatali yang juga pimpinan jemaat Desa Nusliko, Pendeta Effendi Ndoloma yang juga sebagai anggota FKUB Halteng, Pendeta Jens A Daeng, Pjs Adolfina Sasauw yang juga pimpinan jemaat GMIH Desa Tilope, Kepala Desa Goeng Niklas Gerson. Juga turut hadir Ketua MUI Halteng Hi Ali Sabtu yang juga penasehat FKUB Halteng, Ustadz Musa Hi Mansur yang juga anggota FKUB Halteng, Hi Soleman Hi Mansur yang juga anggota FKUB Halteng, dan Hi Muhammad Lukman sebagai tokoh masyarakat Desa Nurweda.

(Ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments