Sabtu, Mei 8, 2021
BerandaKabid Pemdes DPMD Halteng Keliru Jika Hernimus Kumai Dilantik
Array

Kabid Pemdes DPMD Halteng Keliru Jika Hernimus Kumai Dilantik

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Sepertinya pernyataan Kabid Pemerintah Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Pemdes-DPMD) Kabupaten Halmahera (Halteng), Husen Umagapi tak berdasar serta keliru untuk melantik Kepala Desa terpilih Desa Sidanga Hernimus Kumai yang telah mengakui menggunakan copian ijazah orang lain yang tak lain kakak iparnya sendiri yakni Barnabas Tjaya karena ia (Hernimus Kumai) tidak tamat Sekolah Dasar (SD). Tapi anehnya, Hernimus Kumai bisa memiliki ijazah non formal atau paket B dan C, sementara landasan pendidikan saja tidak punya, inikan aneh,” ungkap Yafet Limor kepada Fakta Pers Media Jumat, (06/10/2017) kemarin ketika bertandang ke kosan awak media.

Yafet menilai pada proses penjaringan perangkat banyak cacat dan indikasi adanya persaingan politik sangat terlihat, ditambah lagi adanya temuan dugaan penggunaan ijazah palsu yang digunakan untuk mendaftar oleh Hernimus Kumai. Saat itu, kata dia, Ketua Panitia menyembunyikan ijazah SD Hernimus Kumai dari anggota panitia.

Ijazah palsu yang digunakan Hernimus Kumai tidak ditanggapi Ketua Panitia, malah menyembunyikan dari anggota panitia. Hal itu dilakukan ketua Panitia karena ada persamaan politik sehingga itu tidak dipersoalkan.

“Jadi menurut saya, stetmen Kabid Pemdes DPMD Halteng keliru, karena menempuh suatu pendidikan harus memiliki fondasi atau dasar lebih dulu baru bisa mengikuti pendidikan non formal,”  jelasnya.

Ditambahkan, warga semua tahu kalau proses penjaringan perangkat ini syarat dengan politik dan ini cacat. “Kami inginnya proses berlangsung fair dan netral tapi kenyataannya tidak, dan praktik-praktik semacam ini harus dihentikan,” pintanya.

Seandainya pelantikan ini tetap harus dilaksanakan karena syarat ijazah SMP atau Ijazah paket B, maka ini sudah terindikasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halteng diduga turut bekerjasama dengan kejahatan demi suatu kepentingan, sebab, yang bersangkutan tidak tamat SD.

“Jika Hernimus Kumai menggunakan ijazah paket B dan C maka harus menunujukkan ijazah SD nya asli (pendidikan formal) dan itu aturan,” ungkapnya.

Pihaknya saat ini telah mendapatkan foto copi Ijazah dan nilai, serta nomor seri yang sama, ternyata Ijazah copian SD yang di gunakan Kepala Desa terpilih Desa Sidanga Hernimus Kumai adalah milik kakak iparnya yaitu Barnabas Tjaya.

Ia juga mengatakan bahwa masalah ini akibat pekerjaan panitia pilkades di ditingkat desa, Kecamatan dan kabupaten tidak transparan ketika kelengkapan persyaratan administrasi bakal calon sehingga menuai masalah. “Jika pada saat pengecekan berkas dan keabsahan ijazah benar-benar bersih maka penyelenggaraan pilkades pun tidak timbul masalah seperti ini,” katanya.

Yang dimaksud dengan kelengkapan persyaratan administrasi bakal calon antara lain terdiri dari dasar ijazah pendidikan formal dari tingkat dasar sampai ijazah terakhir yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang. Karena perlu diketahui bahwa tidak sedikit diantara warga yang berminat untuk mencalonkan diri maupun dicalonkan menggunakan ijazah non formal (Paket A, Paket B maupun Paket C), yang menurut para ahli bahwa Paket A, Paket B maupun Paket C tergolong Pendidikan Non Formal, bukan Pendidikan Formal.

“Ini pertanda antusias warga terhadap jabatan Kades ini begitu besar dan bernafsu. Entah apa motivasinya, padahal ” cost ” untuk meraih jabatan ini begitu tinggi,” tegasnya.

(Ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments