Sabtu, Juli 31, 2021
BerandaKapolres Sarolangun Mediasi Penyelesaian Kisruh Suku Anak Dalam dan Warga Bukit Tigo
Array

Kapolres Sarolangun Mediasi Penyelesaian Kisruh Suku Anak Dalam dan Warga Bukit Tigo

FAKTA PERS – SAROLANGUN.

Terkait kisruh suku anak dalam (SAD ) dan warga Bukit Tigo pihak kepolisian Polres Sarolangun bersama Camat Singkut H. Diro Ependi, S.Pd., Danramil Limun beserta unsur Tripika Kecamatan Singkut, anggota DPRD Kabupaten Sarolangun Tontawi Jauhari S.E., Kades Bukit Tigo dan Lembaga Adat Kecamatan Singkut.

Berhasil mencegah terjadinya aksi susulan balasan penyerangan oleh beberapa orang warga SAD terhadap pelaku pengeroyokan temannya. Berkat kesigapan aparat penegak hukum, aksi yang tidak diinginkan berhasil didamaikan.

Seperti diketahui  saat terjadinya aksi pemukulan terhadap dua pria warga Suku Anak Dalam ( SAD) berinisial B dan G oleh orang tak dikenal. Keduanya saat itu sedang menghadiri pesta pernikahan salah satu warga Desa Bukit Tigo Kecamatan Singkut. Perkelahian itu terjadi pada  Selasa dini hari kemarin sekitar pukul 01.30 WIB.

Saat menonton pesta pernikahan itu, salah satu warga SAD merasa kehilangan dompetnya dan berusaha untuk mencarinya bersama rekannya. Entah apa yang dilakukan B pada saat menanyakan dompet yang hilang kepada warga Bukit Tigo.Akibat salah paham  hingga terjadi keributan.

Agar kejadian tidak terulang kembali, Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana SIK M.AP yang memimpin mediasi menghimbau kepada masyarakat  agar dalam menyikapi setiap permasalahan hendaknya menyikapinya dengan kepala dingin.

“Jangan cepat naik pitam, terlebih sampai melakukan pemukulan atau main hakim sendiri-sendiri. Itu tindak pidana tidak dibolehkan dalam Undang-Undang yang berlaku di NKRI. Ingat itu bila kembali terjadi akan saya proses secara hukum,” tegas Kapolres.

Kapolres juga menegaskan hiburan malam seperti  Orgen tunggal diacara  pesta perkawinanan. Hanya boleh  sampai pukul 18,00 Wib saja .Sesuai dengan  Peraturan daerah (Perda) ,tidak boleh lewat dari jam yang sudah ditentukan.Hal tersebut demi ketertiban dan kenyamanan bersama.

Dadan juga tak lupa berpesan kepada kedua belah kubu yang bertikai. “Pentingnya saling harga menghargai antar sesama. Kita masuk ke kampung orang tentu hargai adat istiadat setempat. Begitu juga sebaliknya sehingga tidak ada salah pengertian,” terangnya.

Anggota DPRD Kabupaten Sarolangun Tontawi Jauhari S.E., sangat mendukung arahan Kapolres. Menurutnya, bila ada keributan atau perkelahian kembali agar dilakukan tindakan tegas, diproses secara hukum sampai kemeja hijau.

“Mudah-mudahanan tidak terulang lagi kejadian seperti ini. Kejadian yang telah terjadi hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua,” ucapnya.

Ditambahkannya kembali, setiap orang harus taat pada hukum. Tidak boleh melawan hukum atau melakukan tindak pidana.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Kecamatan Singkut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada Kapolres beserta jajarannya, termasuk semua pihak yang hadir mendamaikan kedua belah pihak yang bersitegang.

“Terus terang kami semua sangat salut melihat cara Kapolres menyelesaikan permasalahan yang terjadi belum lama ini,” tuturnya.

Nazarudin meminta kepada warga SAD jika ingin masuk ke wilayah Desa Bukit Tigo dipersilahkan, begitu juga sebaliknya.

“Yang jelas kita semua sudah sepakat berdamai. Jangan lagi ada rasa permusuhan diantara kita,” pungkasnya.

Acara perdamaian kedua belah pihak yang bertikai berlangsung di Mapolsek Pelawan Singkut, Rabu (4/10). Terlihat juga mendampingi Kapolres, Kabag Ops. Kompol Agus Saleh, Kasat Shabara, Kapolsek Pelawan Singkut.

(Sanu)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments