Jumat, Juli 30, 2021
BerandaKekerasan Terhadap Wartawan Kembali Terjadi di Purwokerto
Array

Kekerasan Terhadap Wartawan Kembali Terjadi di Purwokerto

FAKTA PERS – PURWOKERTO.

Kasus kekerasan terhadap jurnalis kembali terulang. Saat meliput pembubaran paksa pada aksi demo massa yang dilakukan di Alun-alun Purwokerto Kabupaten Banyumas, Senin malam (9/10), sejumlah pekerja media ikut menjadi korban kekerasan aparat. Bahkan salah seorang wartawan dari media elektronik sempat dipukuli dan diinjak-injak hingga mengalami luka memar.

Agus Wahyudi, seorang wartawan Suara Merdeka yang ikut menjadi korban kekerasan itu mencweritakan, peristiwa kekerasan itu terjadi saat dia bersama tiga wartawan lain yang meliput pembubaran paksa aksi demo yang dilakukan sekelompok mahasiswa terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Batu Raden.

“Saat kejadian, ratusan petugas polisi langsung menyerbu lokasi demo dan membongkar tenda-tenda yang didirikan oleh para pengunjuk rasa. Wartawan yang berada di lokasi dan melihat kejadian berusaha mengabadikan dengan kameranya. Namun, tindakan para wartawan ini langsung dihadang dengan tindakan kekerasan,” katanya.

Dian Aprilia, (fotografer Suara Merdeka) dan Darbe Tyas (wartawan Metro TV) yang berada paling dekat dengan lokasi, langsung didatangi puluhan petugas. Mereka mengepung wartawan dan memaksa agar seluruh telepon genggam atau kamera yang berisi gambar aksi kekerasan petugas tersebut dihapus.

“Saat itu, saya bersama wartawan Satelit Pos Aulia El Hakim, wartawan Radar Banyumas Maulidin Wahyu dan fotografer Suara Merdeka Dian Aprilia. Pada kami, puluhan aparat memaksa semua foto-foto dihapus dan kalau tidak HP akan dibanting,” jelas Agus.

Sementara Darbe Tyas yang saat itu berada di lokasi agak jauh, juga didatangi puluhan petugas. Agus melihat Darbe sempat diarak puluhan petugas ke halaman Setda, kemudian dipukuli petugas di lokasi tersebut hingga terjatuh. Bukan itu saja, petugas juga sempat menginjak-injak tubuhnya. “Saat itu, Darbe sudah berteriak dia wartawan sambil menunjukkan id cardnya. Tapi petugas tidak peduli,” katanya.

Petugas baru meninggalkan korbannya, setelah Darbe tidak berdaya dan menghapus seluruh rekaman gambar dalam kameranya. “Yang menolong Darbe, kami sesama wartawan. Petugas yang menganiayanya, meninggalkan Darbe begitu saja,” kata Agus.

Tindakan brutal oknum aparat tersebut, selain menyebabkan luka di sejumlah tubuh, kacamata Darbe dan id card-nya pun hilang. “Kami langsung membawa Darbe ke Rumah Sakit DKT Wijaya Kusuma karena kesakitan,” jelas Agus. (Asikin)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments