Senin, Agustus 2, 2021
BerandaKelapa Genjah dan Janji Manis Pemerintah
Array

Kelapa Genjah dan Janji Manis Pemerintah

FAKTA PERS – TIDORE KEPULAUAN.

Polemik lahan bekas Perusahaan Nasional Perkebunan (PNP) yang di garap oleh warga Akelamo untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka semenjak puluhan tahun silam seakan menjadi duri dalam luka. Pasalnya, sejak perusahan PT Tidore Sejahtera Bersama mengambil alih lahan tersebut atas ijin pinjam pakai lahan dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Pemkot) Tikep, mengakibatkan mata pencaharian utama sejumlah warga terputus. Alhasil, warga kemudian melakukan protes terhadap Pemkot Tikep.

Aksi protes itu berawal saat masyarakat menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh pihak Investor dengan menggusur tanaman mereka berupa pohon Seho (Enau-Red) dan kelapa keluar dari jalur sosialisasi awal antara warga penggarap lahan dengan Pemkot Tikep.

Menurut warga, sebelum masuknya perusahan PT. Tidore Sejahtera Bersama untuk mengelolah lahan PNP dengan menanam kelapa genjah, padi gogo serta cabai, Pemerintah Kecamatan serta Kelurahan telah melakukan sosialisasi kepada mereka (warga-Red). Dalam sosialisasi itu terjadi kesepakatan bahwa pohon seho dan kelapa milik warga tidak akan di gusur oleh pihak investor.

Sementara kelapa genjah yang menjadi bisnis utama investor akan di tanam pada sela-sela pohon kelapa milik warga. Selain itu, adanya kesepakatan berupa pemberian rumah sebanyak 200 unit tipe 36 kepada para penggarap lahan dengan dana per unitnya 300 juta. Bahkan terdapat juga kesepakatan tenaga kerja kasar di Perusahan yang akan di prioritaskan untuk warga Akelamao lebih hususnya warga pengguna lahan.

Warga menilai, apa yang dijanjikan Pemerintah hanya sebatas surga telinga (kuping-Red). Untuk itu mereka meminta kepada DPRD Tidore untuk membantu menyelesaikan persoalan ini, sehingga tidak merugikan kedua belah pihak. Sebab keberadaan Investor di Akelamo juga sangat dibutuhkan oleh warga. Namun ada beberapa hal yang menjadi keluhan masyarakat agar hal itu dapat ditindak lanjuti oleh DPRD Tidore ke Pemkot Tikep.

Diantaranya, menagih janji Pemerintah berupa bantuan rumah senilai 300 juta/unit yang akan diberikan kepada pengguna lahan, meminta Pemerintah untuk tidak menebang pohon seho dan kelapa secara keseluruhan, meminta DPRD Tikep untuk mengusut pelaku pencabut patok pemukiman Jou Kolano, meminta Pemerintah daerah untuk memperdayakan tenaga kerja lokal kususnya pengguna lahan negara, serta meminta Pemerintah daerah untuk memperhatikan kearifan lokal berupa gula merah yang selama ini menompang kehidupan mereka.

Permintaan tersebut disampaikan sejumlah warga kepada pihak DPRD  Tidore lewat pertemuan bersama di Aula Kantor Camat Oba Tengah, Sabtu (14/10/17) kemarin yang dihadiri sekitar 17 anggota DPRD serta Camat Oba Tengah M. Amin Kasim SH, Lurah Akelamo Sulaiman Nuhu, maupun sebagian masyarakat yang tergabung dalam pengguna lahan dan tokoh masyarakat kurang lebih 50 orang.

Menanggapi apa yang disampaikan oleh warga, pihak DPRD Tidore melalui Wakil Ketua, Mochtar Djumati mengatakan, dirinya bersama rekanlainnya di DPRD akan membahas persoalan ini di Internal DPRD maupun bersama dengan Pemerintah Daerah. Sehingga apa yang menjadi keluhan warga dapat diselesaikan.

“Soal lahan kelapa genjah ini sudah berulang kali kami dari pihak DPRD bertemu dengan elemen-elemen baik mashasiswa maupun masyarakat. Tadi juga kami sudah turun langsung ke lahan yang di gusur, dan kami juga sudah melihat secara fakta seperti apa di lapangan. Intinya bahwa kami lakukan tatap muka ini bukan untuk mengambil kesimpulan serta tidak menyalahkan siapa-siapa. Namun disini kita akan berdiskusi agar menjadi catatan guna dibicarakan bersama Pemerintah daerah,” kata Mochtar Djumati.

Mochtar Djumati dalam kesempatan itu juga menyampaiakan, agar setelah selesai pertemuan ini tidak lagi terjadi keributan di masyarakat terkait permasalahan yang ada. Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk menyerahkan penuh permasalahan ini kepada DPRD kota Tikep. Nantinya pihak DPRD kemudian melakukan rapat kembali dengan Pemkot Tikep dan PT. Tidore Sejahtera Bersama.

Pantaun Fakta Pers, sebelum melakulan pertemuan, Anggota DPRD bersama sejumlah warga meninjau lokasi yang di gusur oleh pihak Investor. Kemudian pihak DPRD melakukan tatap muka bersama warga sekitar pukul 10.45 WIT sampai pukul. 12.10 WIT. Pertemuan sendiri mendapat pengamanan dari pihak Polsek Oba Utara dan Koramil 1505-08 Sofifi yakni Kopda Kasirin dan Kopda Sumariyanto. (ss)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments