Selasa, Mei 11, 2021
BerandaMenuju Lingkungan Rumah Warga Yang Berkualitas
Array

Menuju Lingkungan Rumah Warga Yang Berkualitas

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Halteng terus mendorong perbaikan kualitas lingkungan permukiman di setiap pedesaan. Melalui program KSM Swakelola yang dianggarkan APBD Halteng Tahun 2017 untuk akses terhadap air bersih, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi aman pada tahun 2017 pemerintah terus membangun sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhan dasar tersebut. Dalam rangka mewujudkan akses sanitasi aman, maka hal ini harus didorong pembangunan pengolahan air limbah agar mengalir dengan terarah.

Salah satu contoh IPAL yang baru saja diselesaikan sesuai prosedur adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di desa Aer Salobar Kecamatan Weda Selatan Kabupaten Halmahera Tengah yang dikerjakan oleh KSM saudara Jaya di desa Aer Salobar baru-baru ini. Namun selama enam bulan masa perawatannya. Hal ini disampaikan salah Kabid Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Halteng Junaidy S.Pd kepada Fakta Pers Media Minggu, (01/09/2017) kemarin.

Ia juga mengatakan IPAL desa Aer Salobar tersebut memiliki dua buah penampungan yang masing-masing berukuran 12 meter dan 45 sambungan rumah.

Untuk menambahkan bahwa IPAL yang dinyatakan berkualitas itu jika pembuangannya tidak mengalami masalah atau keluhan dari masyarakat selama enam bulan masa perawatan. Untuk itu jauh sebelumnya kami telah memberitahukan kepada masyarakat terkait dengan limbah yang harus dibuang ke penampungan IPAL tersebut diantaranya kotoran, cucian piring, cucian pakaian dan kotoran kamar mandi,” jelasnya.

“Air yang telah diolah IPAL tersebut berkualitas layak buang, sehingga aman bagi kelestarian ekosistem laut dan mengurangi beban pencemaran akibat air limbah,” ujarnya.

Terpisah Risno Manaf salah satu pekerja IPAL di desa Aer Salobar ketika di konfirmasi kemarin menyatakan bahwa pekerjaan IPAL tersebut sangat optimis berkualitas, mengapa saya sampaikan seperti ini, karena pelaksana pekerjaan IPAL yang dikerjakan saudara Jaya melalui Swakelola ini meminta kepada kami pekerja agar menggunakan campuran 3 x 1 artinya satu sak semen di campur tiga sak pasir dan tiga sak krikil atau koral atau di sebut batu picah,” terangnya.

Padahal kata Risno, dalam RAB pekerjaan IPAL ini tertera 4 x 1, hanya saja Bos Jaya tidak mau seperti itu, karena prinsipnya adalah biar untung tipis asalkan pekerjaan kita bisa bertahan lama, karena sejauh ini banyak pekerjaan proyek yang sering mengalami masalah karena mau untung besar.

Bayangkan harga Cat nya saja sampai lima jutaan karena Cat yang kami gunakan Cat yang berkualitas karena Cat ini kata Risno merek Elastex Waterproof yang anti kedap air, elastis, tahan retak, anti alkali, anti jamur dan cocok di gunakan di berbagai bangunan seperti wuwungan atap, sambungan atap seng dan genteng, atap asbes atau kayu serta atap beton.

(Ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments