Selasa, Juli 27, 2021
BerandaPeringati HKP, Bupati Halteng Bertindak Sebagai Irup
Array

Peringati HKP, Bupati Halteng Bertindak Sebagai Irup

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Upacara Kesaktian Pancasila tahun 2017, digelar Senin, (02/10/2017) di halaman kantor Bupati di Bukit Loiteglas di Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila tahun 2017.

Puluhan PNS Pemkab Halteng dan puluhan siswa SD, SMP dan SMA juga ikut hadir dalam peringati Hari Kesaktian Pancasilia yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Halteng di Bukit Loiteglas di Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah.

Upacara tersebut dihadiri Bupati Halteng, Ir. Hi M. Al Yasin Ali, Sekda Halteng Ir Basri S Amal, Para Assisten Bupati, Para Staf Ahli Bupati, Ketua DPRD Halteng,  Rusmini Sadaralam, sejumlah pimpinan SKPD Pemkab Halteng, perwakilan Koramil 1505-02 Weda Serka La Ahmad serta di ikuti peserta dari Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama serta Sekolah Menengah Atas.

Upacara berlangsung di halaman Kantor Bupati sekaligus Bupati Halteng M Al Yasin Ali bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Asisten I Bupati, Rustam MSi sebagai Komamdan Upacara, Kadis Pemuda dan Olahraga Arman Alting membaca UUD 1945, sementara Ketua DPRD Halteng Rusmini Sadaralam membaca Ikrar dan Kepala Tata Usaha(KTU) Kemenag Halteng Hi Nurkhalis Abubakar membaca Naska Doa yang di persembahkan kepada seluruh leluhur yang telah mempertaruhkan jiwa raganya demi NKRI

Hadir juga dalam upacara tersebut Koramil 1505-02 Weda, Pelda La Ahmad  perwakilan Kemenag Halteng Drs Hi Nurkhalis Abubakar.

Dalam upacara tersebut Ketua DPRD Halteng Rusmini Sadaralam membacakan Ikrar yang menjelaskan bahwa Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 01 Juni 1945 yang dipidatokan oleh Ir. Sukarno, di Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945 merupakan jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan penduduk.

Kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman, takdir Tuhan. Maka itu, diikat dengan ke-bhinneka tunggal ika. Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini sedang mengalami tantangan, Kebinekaan.

Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikatan kita, selain itu ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila.

(Ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments