Sabtu, Juli 31, 2021
BerandaTakut Tak Kebagian BBM, Warga Weda Serbu Sub APMS Agil
Array

Takut Tak Kebagian BBM, Warga Weda Serbu Sub APMS Agil

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Baru beberapa hari Kecamatan Weda yang merupakan pusat kota Pemerintahan Kabupaten Halmahera Tengah mengalami krisis BBM. Sehingga Sabtu, (06/10/2017) puluhan warga menyerbu Sub APMS milik Hi Agil di desa Nurweda.

Amatan Fakta Pers Media bahwa warga dari berbagai penjuru desa antrian sejak pagi hari meskipun pangkalan BBM baru membuka penjualan menjelang tengah hari. Ratusan jeriken dan berbagai ukuran tampak tertumpuk pada lokasi pembagian BBM.

Pengelola Sub APMS terpaksa menjatah pembelian maksimal 50 liter per orang lantaran pasokan BBM jenis premium yang masuk masih terbatas. Hanya dalam waktu kurang dari 2 jam BBM yang baru didatangkan dari Sofidi itu pun langsung ludes. Warga yang terlambat datang pun akhirnya kecewa lantaran tidak kebagian.

Kelangkaan yang terjadi membuat harga BBM yang dijual pengecer mengalami kenaikan. Jika biasanya antara Rp.9.000-10.000/liter. Padahal, harga yang di dapat dari Sub APMS hanya 7.800/liter.

Harga BBM di sejumlah pengecer naik sangat drastis sehingga diminta Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemkab Halteng turun menertibkan harga BBM khusunya yang di jual pengecer karena sangat tinggi dan tidak mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah di tetapkan Pemerintah Daerah.

Selain Sub APMS, kini APMS NIMAZ di desa Nurweda juga mendapat sorotan masyarakat terkait dengan pelayanan. Sebab, menurut masyarakat pelayanannya tidak maksimal, meskipun puluhan ton BBM, tetapi pelayanannya minimal berlaku satu hari saja, esoknya ketika di konfirmasi warga pihak APMS NIMAZ beralasan sudah habis. Hal ini di sampaikan Musa salah satu warga Kecamatan Weda kepada Fakta Pers Media Minggu, (07/10/2017) kemarin.

Ia menduga pihak APMS NIMAZ menjual BBM ke Patani, padahal, sementara warga Kecamatan Weda saja tidak mencukupi,” kesalnya. (ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments