Minggu, Juli 25, 2021
BerandaTarian Kapita HIPMI-Malut Tampil Memukau di Dies Natalis Fakultas Hukum UNG
Array

Tarian Kapita HIPMI-Malut Tampil Memukau di Dies Natalis Fakultas Hukum UNG

FAKTA PERS – GORONTALO.

Tarian Kapita sebagai tarian yang menceritakan perlawanan masyarakat Tidore atas penjajah Portugis, yang ditampilkan oleh Himpunan Mahasiswa Indonesia Maluku Utara (HIPMI-Malut) Gorontalo lewat Sanggar Kie Karama pada kegiatan Dies Natalis Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membuat para tamu terpukau.

Hal itu sebagaimana disampaikan Idhar Saraju, selaku Ketua Sanggar Kie Karama sekaligus Pemimpin Tarian Kapita di sekretariat HIPMI-Malut, Sabtu (30/09/17) kemarin.

“Kami di undang secara mendadak oleh panitia di Jumat malam kemarin. Karena mendadak jadi kami hanya tampilkan tarian KAPITA. Namun saat penampilan dan juga diiringi dengan sinopsis yang di baca oleh Susi Rabo mahasiswa asal Tidore, membuat para tamu undangan merinding dan memberi tepuk tangan dengan meriah,” tutur  Idhar.

Menurut Idhar, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan terbaik bagi dirinya serta rekan-rekannya yang tergabung dalam HIPMI-Malut Gorontalo untuk bagaimana mempromosikan budaya dan adat daerah Maluku Utara.

“Kegiatan seperti ini memberi sprit bagi saya dan seluruh pengurus sanggar untuk mengembangan kreatifitas sanggar lebih baik lagi ke depan dan tidak hanya fokus pada seni tari, melainkan juga seni sastra, drama, kerajinan, seni lukis dan lain sebagainya sehingga budaya Malut dapat dikenal lebih luas lagi,” kata Idhar.

Dirinya juga mengatakan, tampil memukau saat mengisi acara pada kegiatan Dies Natalis Fakultas Hukum Universitas Negeri Gorontalo tentunya didukung juga oleh rekan-rekannya. Untuk itu, ia mengucapkan terimakasih kepada paguyuban Forum Komunikasi Mahasiswa Tidore Kepulauan (FKMTK) Minahasa-Sulut yang telah bersedia meminjamkan alat musik tradisional kepada pihaknya berupa Tifa sehingga sangat membantu dalam rangka mensukseskan kegiatan sanggar serta di acara pelantikan yang nantinya dilaksankan pada tiga minggu kedepan.

“Semoga hubungan ini dapat membangun solidaritas kita selaku mahasiswa rantau yang berasal dari daerah yang sama. Apalagi masih terdapat banyak kekurangan yang di miliki oleh sanggar ini, terutama busana tarian, dan alat musik tradisional, sehingga alternatifnya menjalin hubungan kerja sama dengan paguyuban Tidore yang ada di Minahasa untuk pengadaan alat musik demi kelancaran kegiatan-kegiatan sanggar,” ungkapnya.

Senada, Ketua umum HIPMI-Malut Gorontalo, Arsandi Arsad mengatakan adanya ajang seperti yang dilaksanakan itu, tidak hanya sebatas ajang untuk mempromosikan budaya dan adat daerah kita di Tanah Gorontalo tapi lebih besarnya adalah memperlihatkan kepada pihak yang berada di daerah, bahwa masih ada generasi muda MALUT yang berusaha melestarikan adat dan budaya serta filosofis yang di bangun oleh para leluhur ngone ni gosimo, di Kie se Daera Gorontalo ini (Kami punya Orang Tua yang ada di Daerah Gorontalo).

Untuk itu, lanjut Arsandi, pihaknya sangat membutuhkan perhatian dari pihak-pihak di daerah yang punya wewenang untuk membantu mensuport eksistensi mereka. Karena menurutnya, orang Gorontalo tidak akan kenal budaya daerah kita tanpa ada kita di sini. Pasalnya semenjak sanggar ini di bentuk, acara-acara apa saja yang di gelar oleh masyarakat di sini, pasti kita di minta turut partisipasi mengisi acara-acara mereka dengan tarian-tarian yang menurut mereka sangat menarik di tonton,” jelasnya.

(Kiriman : Irdanis Kahar, HIPMI-Malut Gorontalo)
Editor : Sudirman Sahmil, Korwil FPM Malut

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments