Sabtu, Mei 8, 2021
BerandaWilayah besar, Dishut Pemprov Malut Kewalahan Urus Pelaku Pembalakan Liar
Array

Wilayah besar, Dishut Pemprov Malut Kewalahan Urus Pelaku Pembalakan Liar

FAKTA PERS – HALMAHERA TENGAH.

Meskipun Donal salah satu staf Dinas Kehutanan Pemprov Malut telah membagikan pesan singkatnya kepada seluruh pelaku pembalakan liar atau lebih sopan lagi disebut pengusaha kayu di Halteng dengan hanya pesan singkat sebagai berikut;

“Bagi pengusaha kayu yang selama ini mengangkut kayu tanpa gunakan dokumen resmi SKSHH dari aplikasi SIPUHH mulai saat ini untuk menghentikan semua kegiatan dan segera mengurus dokumen yang resmi yakni legal. Karena ada laporan yang sudah masuk sampai di kementerian pusat dan sedang diselidiki siapa pelaku yang menggunakan modus pengangkutan kayu di Maluku Utara yang menggunakan dokumen SKSHH dan bukti pembayaran PSDH-DR berulang-ulang.

Untuk itu saat ini telah diselidiki siapa oknum dan pelaku pemasok kayu dari Halteng yang mengangkut kayu secara ilegal untuk pembangunan GOR dan proyek bedah rumah di wilayah Kecamatan Oba”.

Itulah bunyi pesan singkat di kirimi Donal salah satu staf Dinas Kehutanan Pemprov Malut dua bulan lalu kepada sejumlah pengusaha kayu yang sudah dan belum memiliki dokumen industri.

Namun tindak lanjut dari pesan singkat tersebut diduga dihadang dengan modus bantuan dinas, sehingga tak mampan penyelidikan yang dilakukan Dinas Kehutanan Pemprov Malut. Buktinya hingga kini malah pelaku pembalakan liar semakin gila dan beringas mengumpulkan satu persatu kayu olahan di sana-sini.

Seperti Hi Latif misalnya, sudah berulangkali di dapati awak media memuat kayu olahan milik Usman Lawer di Kecamatan Weda Selatan belum lama ini. Untuk itu, diduga pengawasan Dishut Pemprov Malut lemah dan tak bisa berbuat apa-apa.

“Mau wilayah gede, kewalahan ngurusnya bahkan yang tejadi pembalakan liar bertambah merajalela sehingga masyarakat menjadi korban ketika di musim hujan tiba. Wilayah mulai banjir akibat ulah pelaku pembalakan liar itu.

“Jika tak mampu mengurus hutan dikembalikanlah ke daerah kabupaten/kota biar mereka yang mengurus dapur mereka sendiri.” Hal ini di sampaikan warga desa Loleo Kecamatan Weda Selatan yang enggan namanya dipublikasi.

Sementara Donal salah satu staf Dinas Kehutanan Pemprov Malut ketika di konfirmasi pesan singkat terkait dengan tindak lanjut aksi pendistribusian ratusan kubik kayu olahan ke wilayah Oba pada pembangunan GOR yang telah diketahui Kementerian Pusat itu, hingga kini Donal bisu memberikan keterangan terkait dengan pesan singkatnya sendiri kepada sejumlah pengusaha kayu di Halteng yang mendistribusikan kayu ke pembangunan GOR di Oba. (Ode)

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments