Senin, Maret 1, 2021
Beranda Diduga Rugikan Nasabah, PT BLI Layangkan Somasi ke PT Bank Permata
Array

Diduga Rugikan Nasabah, PT BLI Layangkan Somasi ke PT Bank Permata

Faktapers.id – PT. Bahari Lines Indonesia (BLI) melayangkan surat somasi kepada  PT. Bank Permata Tbk karena dinilai merugikan PT. BLI selaku nasabah Bank Permata. Sebab, hingga saat ini Bank Permata tidak melakukan pembukaan rekening milik pt tersebut.


“Ya Bank Permata telah sewenang-wenang dan sehingga merugikan PT. BLI. Dan surat sudah kami kirim hari ini ke pihak Bank Permata,” ujar Elsa Syarief selaku kuasa hukum dari PT.Bahari Lines Indonesia dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (05/06/2018) malam.

Elsa juga turut mengirimkan surat somasi atas sikap Bank Permata tersebut kepada Presiden Republik Indonesia dan Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Diungkapan Elsa, dampak dari pemblokiran yang tidak kunjung dibuka. PT. Bahari Lines Indonesia tidak bisa melakukan apa yang menjadi kewajibannya terhadap karyawan. Terlebih sekarang ini sudah mendekati lebaran 2018. “Apalagi ini berkaitan dengan gaji dan tunjangan hari raya (THR) karyawan PT. BLI,” ungkapnya.

Elsa menuturkan, seharusnya ada penetapan pengadilan jika akan meng-freeze rekening perusahaan. Terlebih, Bank permata tanpa minta penjelasan PT. BLI telah langsung membekukan rekening dengan dalih prudential. Mirisnya lagi Bank Permata menyalahi prosedur dengan melakukan pencairan uang sebesar Rp 2 milyar dan diserahkan kepada salah satu direktur PT. BLI yang sudah diberhentikan.

“Padahal sewaktu Bank Permata diberitahu bahwa Zulkarnain sudah berhenti dari jabatannya sebagai direktur di BLI tetap saja permata mencairkan dana Rp 2 milyar dan diserahkan kepada Zul,” tuturnya.

Sekedar diketahui, pemblokiran rekening PT. BLI sendiri terjadi setelah pihak penyidik Polda Metro Jaya meminta kepada Bank Permata untuk melakukan pembekuan rekening PT. BLI atas dasar kasus yang dilaporkan oleh mantan istri WNA asal Norwegia Morten Innaugh yakni Yanti Sudarno atas kasus dugaan pemalsuan saham PT.BLI. 

Sehingga Morten pemilik saham tersebut harus menjalani persidangan. Akan tetapi dalam persidangan tersebut, Majelis Hakim menyatakan dalam pemblokiran rekening PT. BLI tidak masuk dalam perkara. Dan pihak penyidik Polda Metro Jaya langsung membuatkan surat permohonan kepada Bank Permata untuk dibuka kembali rekening PT.BLI. 

Namun, sampai sekarang Bank Permata belum juga melakukan hal tersebut. “Sedangkan PT.Bahari Lines Indonesia tidak ada sengketa saham PT.BLI, karena semua saham 100 % milik morten, yang ada adalah mantan istri morten berusaha menekan morten untuk membiayai dirinya dan ketiga anaknya yang sudah di putus pengadilan dan sdh di penuhi morten. Jadi jelas kasus keluarga bukan kasus saham PT. BLI,” tutup Elsa mengakhiri pembicaraan.

Pewarta: Hds
Editor: mw

Most Popular

Recent Comments