Selasa, Juni 15, 2021
BerandaPastikan Kelancaran BBM, Pemerintah Bentuk Posko Selama Mudik Lebaran
Array

Pastikan Kelancaran BBM, Pemerintah Bentuk Posko Selama Mudik Lebaran

Faktapers.id – Pembentukan Posko Nasional Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) oleh Pemerintah untuk memastikan kelancaran pasokan bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan LPG selama musim mudik Lebaran 2018.

Ketua BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, BPH Migas tidak hanya mengkoordinasikan terkait penyediaan dan pendistribusian BBM saja, tetapi juga mengkoordinasikan seluruh sektor ESDM lainnya yaitu kelistrikan, LPG, BBG, Objek Vital sektor Migas termasuk juga pemantauan potensi bencana (Geologi).

“Posko Nasional ESDM telah berjalan 4 hari sejak 31 Mei 2018 dan berakhir pada tanggal 28 Juni 2018,” ucap Fanshurullah Asa saat konferensi pers di Kantor BPH Migas Jakarta, Senin (4/6/2018).

Ketua BPH Migas mengungkapkan, Pemerintah juga membuka hotline resmi 1500335 untuk menerima pengaduan masyarakat terkait pasokan energi, listrik, dan LPG. Call center juga akan memantau media sosial dan melayani keluhan masyarakat yang disampaikan melalui lanal media sosial dengan kata kunci BBM dan listrik Lebaran.

Sektor BBM dan LPG, kondisi penyediaan dan pendistribusian BBM secara Nasional masih berlangsung normal dan tidak terdapat kendala selama posko Hari Raya Idul Fitri 2018.

Sehubungan akan disalurkannya kembali Premium di 571 penyalur yang terletak di Jamali (Jawa, Madura, Bali), sampai dengan pelaksanaan posko tanggal 3 Juni 2018, telah terealisasi sebanyak 28 penyalur di Jamali yang telah menyalurkan Premium kembali.

Total penyalur di Jamali yang menyalurkan Premium berjumlah 1.547 penyalur (1.519 penyalur Premium eksisting ditambah 28 penyalur Premium tambahan).

Target realisasi 571 penyalur di Jamali yang menyalurkan Premium kembali paling lambat pada 7 Juni 2018. Selain 2.090 penyalur di Jamali yang menyalurkan Premium (1.519 penyalur Premium eksisting ditambah 571 penyalur Premium tambahan), terdapat 1.128 SPBU di Jamali yang tidak menjual Premium, yang tersebar di beberapa lokasi.

Untuk wilayah non Jamali, jumlah SPBU PT. Pertamina (Persero) sebanyak 2.777 yang terbagi menjadi 2.403 SPBU yang menyalurkan Premium dan 374 SPBU yang tidak menyalurkan Premium. (Data tersebut didapatkan berdasarkan Lampiran SK P3JBKP).

Anggota Komite BPH Migas, Muhammad Ibnu Fajar, mengungkapkan bahwa posko aktif bekerja 31 Mei 2018 hingga 28 Juni 2018. Menurutnya, langkah antisipasi yang akan dilakukan untuk menjamin pendistribusian BBM ke masyarakat adalah dengan pelayanan 24 jam di lembaga penyalur di wilayah rawan kemacetan. Pembuatan 105 SPBU Kantong BBM oleh PT. Pertamina (Persero) di Penyalur wilayah rawan kemacetan.

“Pengoperasionalan mobil dispenser oleh PT. Pertamina (Persero) sejumlah 16 buah yang ditempatkan di rest area dan wilayah Iainnya. Penyediaan sejumlah 60 kiosk Pertamax PT. Pertamina (Persero) dalam kemasan yang ditempatkan di wilayah rawan kemacetan,” ucap Ibnu.

“Penyediaan sejumlah 13 serambi Pertamax PT. Pertamina (Persero) yang ditempatkan di wilayah rawan kemacetan, Penyiapan motoris kemasan sebanyak 200 Unit, Penyediaan sejumlah 3 kiosk kemasan PT. AKR Corporindo, Tbk, Pemanfaatan tol fungsional sejumlah 10 tol fungsional,” ujar Ibnu.

Koordinasi dengan berbagai pihak dan instansi perlu dilakukan seperti TNI, POLRI, Dinas Perhubungan dan lnstansi lainnya dalam menjaga keamanan dan kelancaran penyaluran BBM. Sarana dan fasilitas penunjang yang disiapkan oleh PT. Pertamina (Persero) rencananya akan dioperasikan mulai 10 Juni 2018. Sedangkan untuk kiosk kemasan PT. AKR Corporindo, Tbk akan mulai dioperasikan pada 8 Juni 2018.

Cadangan Operasional BBM secara nasional selama masa posko Hari Raya Idul Fitri 2018 rata-rata untuk BBM Jenis Gasoline 23 Hari; Gasoil 20 Hari; Kerosene 52 Hari dan Avtur 27,5 Hari. Sedangkan untuk cadangan harian LPG berada pada angka 17,7 Hari. (Data update sampai posko 3 Juni 2018).

Selama masa posko Nasional ldul Fitri 2018 terdapat peningkatan pendistribusian Jenis BBM Gasoline (Premium meningkat 6,5%) dan jenis Gasoil mengalami kenaikan (Dexlite naik 26,6%). Serta adanya penurunan pendistribusian untuk jenis BBM Gasoil Solar/Akra Sol turun 22.15%, Pertamina Dex turun 26,6%, Pertalite turun 16,61%, Kerosene turun 16,67%, Pertamax/Akra 92 turun 1,7%, Pertamax Turbo turun 49,4%, dan Avtur turun 13,75%. (Data update sampai posko 3 Juni 2018).

Puncak realisasi BBM Jenis Bensin Premium tanggal 1 Juni 2018 dengan realisasi mencapai 35.685 KL, Penalite tanggal 3 Juni 2018 dengan realisasi mencapai 44.294 KL, Pertamax tanggal 1 Juni 2018 dengan realisasi mencapai 19.896 KL. Puncak realisasi BBM Jenis Solar tanggal 31 Mei 2018 dengan realisasi mencapai 71.256 KL, Pertamina Dex tanggal 1 Juni 2018 dengan realisasi 578 KL, dan Dexlite tanggal 3 Juni 2018 dengan realisasi 1.685 KL (Data update sampai posko 3 Juni 2018).

Pewarta: nvl
Editor: mw

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments