Senin, Maret 1, 2021
Beranda Amien Rais vs TGB, Mana Lebih Baik?
Array

Amien Rais vs TGB, Mana Lebih Baik?

“Kalau Pak Amien itu kan dari 10 kata, ya terserah antum deh ambil berapa kata yang benar,” kata Ngabalin.

JAKARTA, FAKTAPERS – Politikus gaek Amien Rais mengajak masyarakat mendoakan sebagian umat dan tokoh yang berubah haluan. Dia menyebut para tokoh itu berubah posisi dari yang dianggap sudah benar, sesuai hidayah Allah, ke posisi yang menimbulkan pertanyaan.

Seruan Amien itu disampaikan dalam sebuah rekaman video yang diunggah di akun Instagramnya, amienraisofficial. Amien menyatakan ada fenomena sebagian umat dan tokoh yang membingungkan karena berubah posisi.

“Nah, untuk mereka kita doakan mereka kembali ke jalan hidayah, jalan yang dibimbing oleh Allah,” ujar Amien dalam rekaman video tersebut.

Amien memang tak menyebut nama tokoh yang berubah posisi. Namun karena video itu dirilis hanya beberapa saat setelah politikus Demokrat Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) menyatakan mendukung Jokowi memerintah dua periode, maka publik menduga video tersebut sebenarnya ditujukan untuk TGB.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi bahkan turut memperkirakan bahwa tokoh yang dimaksud Amien adalah TGB.

“Soal siapa itu, mungkin saja yang dimaksud Pak Amien Rais adalah sikap TGB. Atau bisa juga tokoh lain,” kata Viva Yoga, Senin (9/7/2018).

Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin lantas menanggapi pernyataan Amien Rais soal tokoh yang pindah posisi. Dia membandingkan Amien Rais dengan TGB yang saat ini masih aktif menjabat sebagai Gubernur NTB.

Menurut Ngabalin, langkah TGB masuk akal sebab tokoh NTB itu sudah merasakan posisi menjadi kepala daerah. NTB pun dinilai semakin baik setelah Jokowi menjadi presiden, sehingga TGB memutuskan mengalihkan dukungan.

Ngabalin lalu membandingkan Amien yang tak pernah menjadi kepala daerah. Wakil Ketua MPR itu dinilai tak mengerti bagaimana permasalahan di daerah, berbeda dengan TGB yang sudah dua periode menjabat sebagai Gubernur TGB.

“Kalau Pak Amien itu kan tidak pernah jadi gubernur. Pak Amien itu bukan seorang teknokrat yang memimpin di daerah. Kalau TGB itu kan 10 tahun memimpin, mengerti hati nurani rakyat, mengerti situasi yang ada di lapangan. Kalau Pak Amien itu kan dari 10 kata, ya terserah antum deh ambil berapa kata yang benar,” kata Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Dalam pernyatannya, Amien menyebut tokoh itu pindah dari posisi keluar dari hidayah Allah. Ngabalin membandingkan Amien dengan TGB yang memiliki latar belakang akademis agama dan keturunan ulama besar.

Ngabalin menuturkan, Amien salah alamat menilai TGB jauh dari Tuhan karena mendukung Jokowi. TGB, kata Ngabalin, merupakan sosok religius. Menurut Ngabalin, TGB itu adalah hafizul Quran, Khiriz min Al Azhar, alumni terbaik, pemimpin pondok, datuk-datuk, kakek-kakeknya pemimpin umat.

Terbukti TGB adalah alumni Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir dan Ilmu-Ilmu Al-Quran Universitas Al-Azhar Kairo. TGB juga berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat Martabah EL-Syaraf El Ula Ma’a Haqqutba atau Summa Cumlaude di universitas dan jurusan yang sama.

Selain itu, lanjut Ngabalin, TGB merupakan pengasuh salah satu pondok pesantren di NTB. Bahkan kakek TGB, Maulana Syaikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah pendiri Nahdatul Wathan (NW) yang terkenal dengan sebutan Tuan Guru Pancor.

“Jadi yang sekolah agama itu Pak TGB, saya nggak tahu Pak Amien,” ujar Ngabalin sembari tertawa.

Menurut Ngabalin, pemilihan kata yang menilai TGB‎ Zainul Majdi keluar dari jalan Allah saat mendukung Jokowi, sangat mencederai sosok TGB yang merupakan penghafal Alquran, pemimpin pondok pesantren, dan keluarganya merupakan pemimpin umat di NTB.

‎”Pak Amien kalau menggunakan pilihan kata, keluar dari jalan Allah mencederai TGB, diksinya enggak bagus, narasinya itu tidak bagus sebagai seorang tokoh. Jadi saya minta supaya Pak Amien beristigfar,” tutur Ngabalin. fp03

 

 

 

 

Most Popular

Recent Comments