Senin, Maret 8, 2021
Beranda Anies Cuci Gudang, Anas Cs “Bernyanyi”
Array

Anies Cuci Gudang, Anas Cs “Bernyanyi”

Jakarta, Fakta Pers – Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) akan menyelidiki adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, karena merombak sejumlah jabatan di Pemprov DKI.

Walaupun Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno berkelit, bahwa tak ada pelanggaran dalam perombakan jabatan itu.

“Saya belum mendengar itu, tapi tentunya kita melakukan penyegaran (perombakan -red) itu dengan ketentuan, ya,” ucap Sandi di Balai Kota, Senin (16/7).

Namun begitu, menurut Sandi akan terbuka dengan proses penyelidikan yang akan dilakukan KASN. Sandi juga akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam perombakan jabatan itu.

“Jadi semua masukan itu kita terima dan kita pelajari dulu, kita koordinasi nanti dengan Plt Kepala BKD. Dan kita pastikan bahwa semua ketentuan tersebut bisa kita patuhi. Itu harapan kita,” terang Sandi.

Sementara itu, Asisten Komisioner Bidang Pengaduan dan Penyelidikan KASN, Sumardi, menerima laporan dari sejumlah pejabat yang dicopot Anies. Namun belum diketahui siapa pejabat yang melapor tersebut.

Sejak Juni 2018, Anies setidaknya telah mencopot 16 pejabat eselon 1. Beberapa pencopotan dilakukan secara tiba-tiba, hingga ada posisi kosong yang sedang dilakukan lelang jabatan.

Padahal, dalam Perpres No 53 Tahun 2010 tentang Pegawai Negeri Sipil, tertulis pimpinan wajib memanggil terlebih dahulu ASN yang tidak disiplin, dan bukan langsung mencopotnya.

Anas Cs

Sementara itu Mantan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi salah satu korban “cuci gudang” Anies Baswedan – Sandiaga Uno merasakan apa yang dialaminya ada motif, karena tidak sesuai.

Anas dicopot dari jabatannya sebagai Walikota Jakarta Barat pada 5 Juli 2018 digantikan oleh Rustam Effendi. Anas menyebut bahwa pergantian pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta oleh Gubernur DKI Anies Baswedan seharusnya tidak boleh pilih kasih, bermotif balas jasa atau politik. Karena menurutnya, pencopotan pejabat termasuk terhadap dirinya, mestinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Mutasi dan pencopotan jabatan walaupun kewenangan pimpinan, tapi tetap harus sesuai aturan perundang-undangan yang ada. Tidak boleh pilih kasih, sebagai bentuk balas jasa, tekanan dari pihak lain, atau pun pengaruh politik,” tandas Anas, belum lama ini.

Ia menilai seorang pemimpin harus memberikan alasan yang jelas mengenai mutasi dan pencopotan jabatan. Tindakan pergantian jabatan tidak boleh dipengaruhi apapun baik, kepentingan politik atau tekanan dari pihak lain.

“Yang dicopot jabatannya tanpa diketahui alasan dan kesalahannya. Kalau memang salah, ya harus dibuktikan, diperiksa apa salahnya. Tapi kenyataannya, ada usia 58 tahun yang dipensiunkan, ada yang mendekati usia 59 tahun. Dalam kurun waktu beberapa bulan sudah 2 kali pindah jabatan, bahkan ada yang merangkap jabatan dan ada pula yang belum memenuhi pangkat dasar jabatan. Itu kan tidak adil, pilih kasih,” ungkap Anas. Namun meski begitu, Anas enggan bercerita kronologis pencopotan dirinya dari jabatan Walikota Jakarta Barat.

Penyelidikan KASN

Terkait ini, KASN tengah menyelidiki dugaan pelanggaran aturan dalam perombakan pejabat DKI. Dugaan aturan yang dilanggar antara lain pencopotan tanpa ada peringatan serta pembukaan seleksi dilakukan ketika pejabat yang hendak diganti masih menjabat. KASN telah memeriksa para pejabat yang dicopot dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI.

Diketahui, mantan Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardhana mengaku kebingungan usai dicopot dari jabatannya. Ia mengaku tidak menerima surat keputusan (SK) dari gubernur sehingga tak tahu harus bekerja di mana.

“Saya enggak masalah dicopot jabatan, enggak masalah. Yang saya masalahkan selama ini saya belum terima keputusan gubernur yang asli, hanya saya di WhatsApp dipensiunkan,” kata Bambang, Senin (16/7/2018).

Mantan Wali Kota Jakarta Pusat, Mangara Pardede baru tahu dicopot dari jabatannya satu malam sebelum pelantikan walikota yang baru. Ketika itu, dia dihubungi langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (4/7/2018) malam.

“Saya ditelepon tanggal 4 malam, sekitar pukul 21.25 saya ditelepon. Kemudian besok siang pukul 14.00 WIB langsung ada pelantikan,” ungkapnya.

Mantan Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi mengaku tak pernah diperingatkan atau ditegur terkait kinerjanya sebelum dicopot. Tri mengaku hanya menerima telepon sehari sesaat pencopotan, bahwa ia tak lagi menjabat.

“Enggak pernah dipanggil, cuma lewat telepon doang, besok serah terima jabatan,” ucapnya

Ketua DPRD Bicara

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi sangat prihatin dan mempertanyakan alasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberhentikan walikota karena alasan pensiun. Padahal walikota yang dilantik Anies juga ada yang memasuki usia pensiun.

“Pak Anies kan bilang kalau pergantian walikota ini karena pejabat sebelumnya memasuki pensiun. Itu yang dia tunjuk juga ada yang usia pensiun tapi dilantik,” ungkap Prasetio di Gedung DPRD DKI Jakarta. fp01

Most Popular

Recent Comments