Jumat, Maret 5, 2021
Beranda Dikritik Menembak Pelaku Kejahatan, Polisi Beri Jawaban
Array

Dikritik Menembak Pelaku Kejahatan, Polisi Beri Jawaban

JAKARTA, faktapers.id – Beberapa kalangan, termasuk Ombudsman dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) mengkritik tindakan tembak mati yang dilakukan polisi kepada terduga pelaku kejahatan jalanan dalam Operasi Kewilayahan Mandiri. Selama pelaksanaanya, polisi melakukan penembakan terhadap 52 pelaku dan 11 diantaranya meninggal dunia.

Menanggapi hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan, jajarannya berupaya mengamankan Jakarta jelang perhelatan Asian Games sesuai prosedur dan protap..

“Berkaitan dengan kegiatan yang sudah kami lakukan, semuanya itu kami melakukannya sesuai prosedur yang kami punya,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (23/7/2018).

Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut  menegaskan Polri siap memberikan klarifikasi jika diminta Ombudsman RI.

“Enggak masalah kalau Ombudsman mau minta klarifikasi berkaitan laporan masyarakat dengan malaadministrasi, nanti akan kami klarifikasi,” ucapnya.  Adapun, polisi menggelar operasi kewilayahan mandiri pada 3-11 Juli 2018.

Peneliti Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat Ma’ruf Bajammal merasa polisi tidak seharusnya melakukan penembakan yang menyebabkan kematian kepada pelaku kejahatan jalanan guna menanggulangi tindak kejahatan jelang Asian Games

“Kalau itu dilakukan untuk mencegah tindakan kriminal, polisi seharusnya melakukan tindak efektif. Makanya kalau penegakan hukum dilakukan dengan cara yang efektif seharusnya tidak perlu dengan cara seperti ini (tembak mati),” kata Ma’ruf, Minggu (22/7/2018). ●fp03

 

Most Popular

Recent Comments