Minggu, Februari 28, 2021
Beranda Industri Minuman Ringan Dalam Negeri Tumbuh 8,41%
Array

Industri Minuman Ringan Dalam Negeri Tumbuh 8,41%

BALI, faktapers.id – Industri minuman di dalam negeri mampu tumbuh 8,41 persen pada semester I tahun 2018. Kinerja positif ini tentu memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

”Industri makanan dan minuman menjadi salah satu prioritas kami dalam implementasi industri 4.0. Salah satunya yang sudah kelihatan seperti Coca-Cola Amatil Indonesia, efisiensinya sudah mendekati 98 persen,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto  ketika meninjau pabrik PT Coca-Cola Indonesia di Bali, Jumat (27/7/2018).

Airlangga meyakini industri makanan dan minuman nasional masih memiliki potensi pertumbuhan yang cukup baik karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar.

”Laju pertumbuhan sektor industri makanan dan minuman pada triwulan I tahun 2018 mencapai 12,70 persen dan berkontribusi hingga 35,39 persen terhadap PDB industri non-migas,” ungkapnya.

Dia memproyeksi produk minuman ringan akan terus tumbuh seiring dengan kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan produk minuman yang praktis dibawa, aman atau higienis, harganya terjangkau, dan memiliki nilai tambah.

Industri minuman ringan meliputi produsen air minuman dalam kemasan, minuman berkarbonasi, minuman teh siap saji, minuman jus dan sari buah,  minuman kopi dan susu, serta minuman isotonic (sport dan energy).

Kementerian Perindustrian mencatat, hingga tahun 2016 silam, jumlah industri minuman ringan mencapai 335 unit usaha dengan kapasitas produksi sebesar 4,7 juta ton per tahun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 48 ribu orang. Sedangkan, nilai ekspornya berada di angka USD83 juta dan nilai investasi tembus Rp12,2 triliun.

Industri makanan dan minuman di dalam negeri tidak hanya didominasi perusahaan besar, tetapi juga cukup banyak melibatkan sektor industri kecil dan menengah (IKM). fp03

Most Popular

Recent Comments