Selasa, Juni 15, 2021
BerandaJokowi Minta Restu Mega
Array

Jokowi Minta Restu Mega

Jakarta, faktapers.id – Mulai terkuak siapa pendamping Jokowi dalam pertarungan di Pilpres 2019 mendatang. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu Jokowi di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/7/2018), salah satu yang dibahas adalah mengenai pendamping Jokowi atau cawapres di Pilpres 2019.

Hasto mengutarakan, pertemuan Minggu malam itu berlangsung selama 1 jam 50 menit membicarakan beberapa hal strategis terkait hasil kunjungan Presiden Bank Dunia, Persiapan Asian Games, berbagai agenda strategis bangsa dan negara, termasuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

“Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar,” ujar Megawati Soekarnoputri seperti dituturkan Sekjen PDIP Hasto Kristianto dalam siaran pers, Senin (9/7/2018).

Menurut Hasto, pertemuan kedua pemimpin secara periodik baik di Istana Merdeka, Istana Bogor, maupun Istana Batu Tulis tersebut sangat penting. Dan Istana Batu Tulis sangat cocok, teduh, menghadap Gunung Salak dengan gemuruh air sungai yang menciptakan suasana kontemplatif, serta membangun suasana kebatinan yang baik untuk membahas berbagai agenda strategis bangsa dan negara, jauh di atas kepentingan pribadi atau golongan. Semua yang dibahas untuk kemajuan Indonesia Raya

“Berkaitan dengan siapa yang akan diputuskan sebagai cawapres, nama sudah mengerucut dan sudah dikantongi Pak Jokowi,” sebut Hasto.

Hasto pun juga menyebutkan pertemuan Batu Tulis tersebut menepis berbagai anggapan dari berbagai pengamat politik yang mencoba membuat jarak, bahkan memisahkan antara Presiden Jokowi dengan Megawati, dan PDI Perjuangan.

“Kepemimpinan Ibu Mega dan Pak Jokowi itu saling melengkapi dan satu kesatuan. Ibu Mega sangat kokoh dalam prinsip, dan berpolitik dengan keyakinan untuk rakyat; sementara Pak Jokowi dengan kemampuan teknokratisnya serta model kepemimpinan yang membangun dialog, merangkul, dan terus membumikan Pancasila dalam tradisi kepemimpinan yang turun ke bawah, atau merakyat,” paparnya.

Kedua pemimpin bangsa tersebut, dengan demikian saling melengkapi, bersinergi, dan disatukan oleh emotional bonding (ikatan emosional) dengan Bung Karno, Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia,” pungkas Hasto.

Jokowi pada Sabtu (7/7/2018) juga mengatakan sudah memiliki nama cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2019. Dan akan mengumumkannya pada waktu yang tepat.

“Pada saat yang tepat nanti akan kita umumkan. Tunggu. Ini kan tinggal nunggu berapa hari, masak nggak sabar,” sebut Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakpus.

Apakah nama cawapres tersebut sudah ada?. “Sudah ada, tinggal diumumin,” jawab Jokowi.

Jokowi sebelumnya mengungkapkan telah mengantongi nama cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2019. Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy mengungkapkan, kandidat cawapres Jokowi berjumlah sekitar 10 orang.

“Nama-nama wakil presiden disebutkan Pak Jokowi sudah ada di kantong beliau. Itu kurang dari sepuluh nama yang sudah diinformasikan kepada ketua umum partai yang sudah tegas mengusung Pak Jokowi, yaitu PDIP, Golkar, PPP, NasDem, Hanura,” ucap Ketum PPP M. Romahurmuziy di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Nama-nama tersebut, diutarakan Romy akan dibahas lagi bersama dengan ketua umum partai pendukung. PPP juga saat ini masih mencermati sembari meminta masukan dari dewan pimpinan wilayah dan para ulama terkait kandidat cawapres Jokowi ini.

Partai Nasdem pun tak menyangkal bahwa Presiden Joko Widodo sudah mengantongi nama calon wakil presiden untuk di Pilpres 2019.

“Nama cawapres Jokowi yang masih dirahasiakan itu adalah sosok pendamping yang hebat. Pasti membuat gempar Indonesia karena itu tokoh yang cocok untuk Indonesia 2019-2024,” kata Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Jhony Plate  di Kantor DPP Jakarta, Senin (9/7/2018).

Soal siapa pendamping Jokowi ini memang membuat banyak pihak penasaran, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sampai meminta kepada Jokowi memberi sedikit bocoran. “Ya kasih tahu dong bocorannya, saya belum tahu yang mana,” ujar Zulkifli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Meski begitu, dia menghormati siapa pun cawapres pilihan Jokowi. “Prof Mahfud bagus, Pak Din Syamsuddin bagus, TGB bagus, Pak BG oke. Terserah Pak Jokowi, yang manapun kita hormati,” katanya. fp03

 

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments