Selasa, Juni 15, 2021
BerandaKota Tangerang Gagas Integrasi E-Government
Array

Kota Tangerang Gagas Integrasi E-Government

TANGERANG, FAKTA PERS – Untuk lebih mengefektifkan pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berencana mengintegrasikan sistem electronic government (e-government) yang telah terbangun selama ini.

Dengan terintegrasinya sistem e-government secara penuh, nantinya proses birokrasi dalam melayani masyarakat akan lebih ringkas dan rapi karena semua berkas didigitalisasikan.

Wali Kota Arief R. Wismansyah menyakini integrasi sistem e-government menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi selama penerapan sistem smart city di Kota Tangerang.

“Ini merupakan hasil dari evaluasi yang telah kami lakukan terhadap berbagai aplikasi yang telah terbangun,” ujar Arief R. Wismansyah saat memimpin Rapat Integrasi E-Government di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (10/7/2018).

Arief menegaskan bila e-government berhasil diterapkan, maka akan ada efisiensi baik dari sisi publik sebagai user maupun dari sisi anggaran pemerintah daerah sebagai operator.

“Karena enggak ada lagi biaya buat belanja ATK, masyarakat juga tinggal klik aplikasi untuk mendapatkan layanan yang tersedia, enggak perlu repot mikirin cuti kerja atau biaya ojek. Karena bisa diakses di rumah atau di tempat kerjanya,” katanya.

Arief mencontohkan proses administrasi keuangan yang selama ini memerlukan proses sangat panjang mulai dari perencanaan, penganggaran dan proses pencairannya, karena proses input datanya yang berulang, belum lagi proses verifikasinya. Dengan e-government, maka dapat mempersingkat proses tersebut.

Demikian pula dengan pelayanan publik, baik itu terkait pendidikan, kesehatan maupun perizinan dan administrasi kependudukan, semuanya cukup menggunakan satu aplikasi terintegrasi yang bisa memudahkan akses masyarakat terhadap layanan publik yang ada.

Nantinya, masyarakat tidak perlu lagi membawa foto copy KTP

atau KK, atau berkas lain, karena semuanya sudah ada di database.

“Mau perizinan tinggal ketik nama, datanya semua muncul. Demikian pula ketika mau daftarin anak sekolah atau ke RS pemerintah, nggak perlu isi formulir pendaftaran dan bawa berkas lagi,” kata Arief.

Dia berharap melalui integrasi aplikasi ini diharapkan tidak ada lagi proses birokrasi yang berbelit, yang berbiaya tinggi dan terkesan ribet karena harus membawa banyak berkas.

“Saya kalau berkunjung ke ruang kerja pegawai, meja kerjanya berantakan karena berkas yang menumpuk. Dan ada OPD yang harus sewa gudang hanya untuk menyimpan berkas yang sebenarnya bisa didigitalisasi,” kata Arief.

Melalui full integrasi aplikasi e-gov ini, Arief berharap tidak ada lagi berkas yang menumpuk dan keterlambatan pelayanan publik karena berkasnya terselip, karena semuanya bisa diakses secara online. ●fp01

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments