Selasa, Maret 2, 2021
Beranda KPU Kota Tangerang Gelar Pleno Penetapan DPSHP Pemilu 2019
Array

KPU Kota Tangerang Gelar Pleno Penetapan DPSHP Pemilu 2019

TANGERANG, faktapers.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang menggelar rapat pleno rekapitulasi Penetapan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) Pemilu 2019.

Bertempat di Hotel Grand Soll Marina Jatiuwung, Minggu (22/7/2018) kemarin, pleno dihadiri antara lainKetua Komisi Pemilihan Umum Banten Wahyul Furqon, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Abdul Rasyid, unsur Forkopimda, perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang, perwakilan parpol dan undangan lainnya.

Dalam rapat tersebut terungkap, jumlah pemilih berdasarkan DPSHP adalah 1.056.534. Jumlah tersebut meningkat dari DPS yang sebelumnya hanya 1.046. 239 pemilih atau naik 10.295.

“Jumlah A.Tb-KWK (pemilih tambahan) sebenarnya 15.506, tapi yang dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat) sebanyak 5.211, sehingga menjadi 1.056.534” ujar Komisioner KPU Kota Tangerang Divisi Perencanaan dan Data, Ahmad Syailendra.

Dikatakannya, penyebab pemilih tersebut masuk kategori TMS antara lain sudah meninggal dunia, pemilih ganda hingga aduan masyarakat.

“Kita juga membuka posko di tiap kelurahan (PPS) untuk meminimalisir tidak masuknya pemilih dalam DPS,” ucapnya.

Usai pleno ini, KPU akan mengumumkan DPSHP dari tanggal 25 Juli-12 Agustus 2018 mendatang. Bersamaan dengan itu, KPU juga akan melakukan proses penyusunan DPSHP menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“DPT sendiri baru akan kita umumkan pada tanggal 21 Agustus 2018 mendatang,” ucapnya.

Sementara Komisioner KPU lainnya, Nurhalim, mengajak partai politik peserta pemilu agar membuka posko pengaduan. Hal ini guna memastikan konstituennya masuk dalam DPS.

“Nah, kalau pun nanti membuka posko pengaduan, nantinya bisa dilaporkan kalau memang ada (aduan) ke PPS, karena kita sendiri membuka posko di 104 kelurahan,” ucapnya.

Ditambahkannya, pihaknya berkeinginan agar akurasi data pemilih dalam Pemilu 2019 lebih baik dan lebih berkualitas. “Jangan sampai di kemudian hari kita berselisih paham terkait data pemilih,” ucapnya. fp01

 

 

Most Popular

Recent Comments