Kamis, Februari 25, 2021
Beranda Larangan Eks Koruptor Maju Caleg: KPU Menolak, Orang Parpol Menggugat
Array

Larangan Eks Koruptor Maju Caleg: KPU Menolak, Orang Parpol Menggugat

JAKARTA, FAKTA PERS – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Evi Novida Ginting Malik, menegaskan bahwa pihaknya siap meladeni siapapun yang menggugat Peraturan KPU (PKPU) No 20 tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, khususnya terkait larangan eks koruptor yang maju sebagai calon legislatif (caleg) di Pemilu 2019.

Dikatakan Evi, Mahkamah Agung (MA) telah menerima lima gugatan terhadap PKPU, dua diantaranya diajukan oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta asal Partai Gerindra M Taufik dan bakal caleg dari PAN Wa Ode Nurhayati.

“Kami akan persiapkan jawaban untuk menghadapinya, sebagaimana ini sudah kami sampaikan kepada publik maupun kepada Menkumham terkait apa yang yang menjadi dasar kita membuat aturan seperti itu,” ujar  Evi.

Soal gugatan Taufik dan Wa Ode, Evi menilai belum perlu dikomentari lebih jauh, alasannya bahwa kedua penggugat masih belum resmi sebagai caleg.

Evi pun tidak mau berspekulasi soal kemungkinan gugatan tersebut dikabulkan oleh MA.

“Ya kita lihat nanti seperti apa keputusan yang diputuskan oleh Mahkamah Agung, kemudian tentu kami akan meresponsnya,” ujar Evi.

Caleg Eks Koruptor

KPU sebelumnya pernah mempertimbangkan untuk mengumumkan nama caleg yang pernah menyandang status narapidana kasus korupsi. Lembaga ini menilai wacana itu sebagai penerapan PKPU 20 tahun 2018.

“Kalau nanti kita temukan ada koruptor yang dimasukkan dalam list caleg, kami pertimbangkan,” kata Komisioner KPU, Ilham Saputra Juli 2018.

Evi mengatakan, pengumuman itu tidak boleh dipandang negatif. Sebab, yang mereka akan umumkan adalah pemenuhan persyaratannya.

“Jadi yang kami umumkan terpenuhinya semua syarat itu bahwa tidak ada mantan koruptor, nanti mekanisme kami atur,” tutur Evi. fp01

Most Popular

Recent Comments