oleh

Mahasiswa Jadi Aktor Rusuh Pilkada, Pemkab Intan Jaya Tegaskan Tidak Ada Bantuan Pendidikan untuk Tahun Ini

-Daerah-348 views

INTAN JAYA, faktapers.id – Puluhan mahasiswa dari Kabupaten Intan Jaya, Papua, menggelar aksi demo  di depan Kantor Keuangan Intan Jaya Perwakilan Nabire, Senin (30/7/2018). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menanyakan dana bantuan untuk studi mahasiswa yang terbengkalai. 

Menanggapi aksi tersebut, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menjelaskan, bantuan studi untuk mahasiswa untuk tahun 2017 dan 2018 memang tidak dianggarkan karena anggaran difokuskan untuk penyelesaian perang dan rehabilitasi kantor-kantor pemerintahan dan rumah-rumah dinas yang dibakar dan dirusak massa saat kerusuhan pada Pilkada Intan Jaya tahun 2017 lalu.

“Bantuan studi seperti yang dituntut oleh mahasiswa, baru akan dianggarkan di tahun anggaran 2019 dengan syarat dan ketentuan penerimaan beasiswa yang akan diperketat,” ujar Kabag Humas & Protokol Setda Intan Jaya Yoakim Mujizau SSTP,  di Intan Jaya, Selasa (31/7/2018).

Menurut Yoakim, syarat tersebut antara lain memperhatikan tipe pendidikan yang ditempuh seperti Akmil, Akpol, kedokteran, IPDN, penerbangan, dan lainnya sesuai ketentuan yang akan diberlakukan. Nantinya Pemkab Intan Jaya akan mengutamakan untuk memberi bantuan pendidikan kepada mahasiswa yang menempuh studi sesuai tipe atau jurusan yang diutamakan.

“Nilai hasil studi mahasiswa yang bagus untuk mahasiswa umum juga menjadi pertimbangan dalam pemberian beasiswa pendidikan, sehingga tidak semua mahasiswa akan mendapatkan bantuan pendidikan atau beasiswa,” katanya.

Dia menjelaskan, penyebab lain tidak dianggarkannya bantuan pendidikan untuk mahasiswa di tahun anggaran 2017-2018 juga dikarenakan mahasiswa harus bertanggung jawab karena telah menjadi provokator dalam konflik pilkada berkepanjangan di Intan Jaya. Saat kerusuhan kemarin, ada oknum-oknum mahasiswa memprovokasi massa sehingga terjadi perusakan semua fasilitas pemerintah daerah. Akibatnya, kini anggaran pembangunan terpaksa difokuskan untuk memperbaiki seluruh fasilitas yang hancur tersebut.

“Mahasiswa harusnya memberikan pandangan positif dan membangun kepada masyarakat yang belum mengerti. Bukan malah menjadi provokator dan aktor perusak pembangunan dan tatanan kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Intan Jaya,” kata Yoakim.

Yoakim menegaskan, bila mahasiswa ingin berdialog dengan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, mereka harus menunggu sampai peringatan HUT RI selesai. Di saat itu, mahasiswa bisa menyampaikan langsung aspirasi mereka kepada pemerintah daerah. fp02

Komentar

News Feed