Kamis, Februari 25, 2021
Beranda Ngabalin Ingatkan Ulama Jangan Berpolitik Praktis
Array

Ngabalin Ingatkan Ulama Jangan Berpolitik Praktis

JAKARTA, faktapers.id – Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin mengingatkan ulama merupakan representasi para nabi yang seharusnya tidak larut dalam politik praktis.

“Al ulama warassatul anbiya. Karena itu, ulama tidak boleh dibawa dalam politik praktis, ingat baik-baik,” kata Ngabalin dalam diskusi bertajuk ‘Kenapa Harus Jokowi’ di Kawasan Matraman, Jakarta, Sabtu (28/7/2018).

Ulama, menurut Ngabalin, merupakan tempat bagi para pemimpin negara dan semua orang bertanya. Karenanya ulama tidak boleh dibawa ke politik praktis, sebab bisa menimbulkan perpecahan di kalangan umat.

“Al ijtima itu adalah mengumpulkan semua komponen umat, seluruh komponen organisasi untuk berbicara tentang masa depan bangsa dan negara. Jangan lupa bahwa ketika politik identitas itu muncul kemudian membicarakan tentang kepentingan politik praktis maka itu akan bisa mencabik-cabik seluruh kepentingan keumatan,” katanya.

Pernyataan Prabowo Menyesatkan

Dalam kesempatan yang sama, Ngabalin juga menyinggung pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bahwa terjadi peningkatan 50% angka kemiskinan dan prediksi Indonesia akan bubar di tahun 2030 sebagai pernyataan yang menyesatkan.

“Kalau ada pernyataan dari siapapun, termasuk dari Prabowo Subianto, menyebutkan kemiskinan Indonesia naik 50 persen itu adalah pernyataan yang sesat dan menyesatkan,” ujarnya.

Ngabalin berani memastikan dirinya akan bertanggung jawab atas komentar keras yang untuk Prabowo tersebut. Dia juga menegaskan tekadnya untuk melawan berita-berita hoax yang selama ini banyak beredar di tengah masyarakat.

“Sepanjang anda berbohong, sepanjang anda menyebarkan berita hoax, berita yang sesat dan menyesatkan saya akan melakukan perlawanan di manapun anda berada,” tegasnya. fp01

Most Popular

Recent Comments