Senin, Maret 1, 2021
Beranda ‘Plintir’ Ucapan Kapolri, Ustad Bachtiar Nasir akan Diperkarakan
Array

‘Plintir’ Ucapan Kapolri, Ustad Bachtiar Nasir akan Diperkarakan

 

Jakarta, Fakta Pers – Kapolri Tito geram setelah melihat isi video yang menampilkan Bachtiar Nasir menyampaikan bahwa Tito mendukung konsep negara khilafah di Indonesia.  menjadikan video itu viral di kalangan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang selama ini berjuang mewujudkan sistem tersebut.

Terkait video tersebut, Tito bahkan menyatakan Bachtiar Nasir adalah sosok Ustaz yang tidak cerdas. Menurutnya, Bachtiar Nasir gagal memahami persepsi Tito terkait dengan pembahasan Idiologi Negara Indonesia.

Kapolri merasa keberatan, lantaran sama sekali tak mendukung berdirinya ideologi khilafah menggantikan sistem demokrasi di Indonesia sebagaimana disampaikan Bachtiar Nasir

Polri menyatakan “pelintiran khilafah” Ustaz Bachtiar Nasir ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian bisa dilanjutkan dengan proses hukum atau diperkarakan. Mengingat, apa yang disampaikan Bachtiar Nasir dianggap tidak sesuai fakta.

“Kalau diperkarakan nanti bisa. Bisa kami proses bisa,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/7/2018).

Ya, pernyataan Kapolri beliau merasa omongan Kapolri dipelintir gitu orang melintir itu gimana coba,” tambah Kadiv Humas.

Setyo menyatakan, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu geram lantaran omongannya soal ancaman Demokrasi Liberal telah dipelintir oleh Bachtiar Nasir. Oleh sebab itu, Setyo mengungkapkan saat ini sedang mempelajari delik dari omongan Bachtiar Nasir.

“Nanti kami cari di KUHP dan UU. (soal proses pidana) harus ada laporan yah,”  ujar Setyo.

Sebelumnya, Kapolri Tito menceritakan kemarahannya terhadap Bachtiar Nasir terkait sebuah video yang viral di kalangan HTI. Dalam tayangan tersebut, Bachtiar Nasir menyampaikan bahwa, Kapolri Tito menyebut sistem khilafah adalah hal yang paling tepat untuk diterapkan sebagai Ideologi Indonesia.

“Kemarin komplain dengan Ustaz Bachtiar Nasir karena ada video yang viral, di tengah-tengah masyarakat kelompok HTI. Dan menyampaikan bahwa Indonesia harus menerapkan sistem khilafah. Karena demokrasi liberal tidak benar menghancurkan negara ini. Dan saya berdiskusi dengan orang yang berkompeten itu, yaitu Kapolri Jenderal Tito Profesor Doktor Tito Karnavian,” papar Tito mengulang ucapan Bachtiar Nasir di isi video tersebut.

Tito menegaskan, dengan adanya hal tersebut, dirinya langsung menghubungi Bachtiar Nasir untuk melakukan klarifikasi. Tito pun berkesimpulan, bahwa penilaiannya selama ini terhadap Bachtiar Nasir ternyata salah besar.

“Saya tidak pernah menyatakan mendukung khilafah. Yang saya sampaikan demokrasi liberal saat ini kalau kebablasan bisa menjadi pemecah bangsa. Tapi saya tak mengatakan ganti dengan khilafah. Sebab, sama bahayanya dengan demokrasi liberal,” tandasnya. fp01

Most Popular

Recent Comments