Jumat, Maret 5, 2021
Beranda Proyek Saluran di Danau Sunter Utara Pakai Batu Bata
Array

Proyek Saluran di Danau Sunter Utara Pakai Batu Bata

JAKARTA, FAKTA PERS – Proyek peningkatan saluran di Danau Sunter Utara, Kelurahan Keagungan, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dari Suku Dinas Bina Marga tahun anggaran 2018, dikerjakan oleh perusahaan kontraktor tanpa nama.

Hasil penelusuran HR, proyek tersebut dikerjakan kurang profesional, karena hasil pengerukan saluran untuk penempatan udit terlihat tidak rata, sehingga air yang berada di saluran tidak mengalir.

Selain itu, peninggian udit pun tidak dilakukan pengecoran, melainkan pemasangan batu bata. Secara konstruksi, kekuatan penahan tutup udit setelah dilakukan peninggian, lebih kuat menggunakan pengecoran dibanding batu bata.

Proyek tanpa nama ini dinilai gagal konstruksi dan dapat mengancam pengguna jalan yang melintas di atas udit. Alasannya, saluran itu berada di sisi jalan yang lebar jalannya mencapai enam meter dan dilintasi oleh kendaraan truk 12 roda.

Getaran yang dihasilkan truk-truk besar saat melintas itu, jelas sangat mempengaruhi konstruksi peninggian saluran, bahkan bukan tidak mungkin konstruksi peninggianpun akan ambruk.

“Kalau untuk saluran lingkungan (saling), bisa saja pakai batu bata. Tapi kalau peninggian saluran di jalan raya yang lebarnya mencapai enam meter, itu tidak bisa karena tidak kuat,” ujar salah satu mandor kepada HR.

“Kalau ngecor lebih kuat, karena dapat melekat dengan udit. Kalau batu bata, kurang kuat,” ujar warga setempat kepada Fakta Pers.

Terkait itu, Suku Dinas (Sudis) Bina Marga Jakarta Utara diharapkan mengkaji ulang laporan konsultan dan laporan pelaksana lapangan, apakah hal itu telah sesuai dengan perencanaan dan telah melalui uji laboratorium?

Perlu diketahui, bahwa peninggian saluran untuk pekerjaan saluran di Sudis Bina Marga Jakut, tidak masuk item pembayaran. Peninggian itu dinilai nol rupiah, artinya Sudis tidak membayar item peninggian itu.

Walau item peninggian itu dikategorikan sebagai sebuah sumbangan dari pelaksana, namun bukan berarti kualitasnya dikerjakan asal atau tanpa uji lab. Bila tutup saluran itu ambruk akibat peninggian saluran menggunakan batu bata, maka akan berdampak pada volume pekerjaan secara keseluruhan.

Demikian juga dengan TP4D Kejari Jakarta Utara untuk segera melakukan pencegahan dini sebelum pekerjaan itu dibayarkan 100 persen oleh Sudis Bina Marga Jakarta Utara.

“Kalau perlu dibongkar batu bata itu, ganti dengan coran,” harap warga. fp01

Most Popular

Recent Comments