Kamis, April 15, 2021
BerandaSetahun Kasus Novel, Polisi Belum Bisa Mengungkap
Array

Setahun Kasus Novel, Polisi Belum Bisa Mengungkap

JAKARTA, faktapers.id – Setelah  teror penyiraman air keras  pada 11 April 2017 silam, Novel Baswedan kini kembali semangat menyidik kasus-kasus korupsi di tanah air. Dia menikmati hari pertamanya kembali bekerja di KPK, pada Jumat (27/7/2018) pekan lalu.

Lalu, apa kabar kasus air kerasnya? Sudah berlalu lebih dari satu tahun peristiwa itu. Akan tetapi hingga kini pelaku penyerangan belum juga ditemukan.

Sebelum ngantor, ternyata Novel telah melakukan komunikasi dengan pejabat KPK aktif lainnya untuk bertanya kasus mana yang harus segera dituntaskan.

Novel Baswedan hingga saat ini masih menjadi Kasatgas di Direktorat Penyidikan Kedeputian Bidang Penindakan KPK. Tak ada yang berubah dari jabatannya, sehingga dirinya dan rekan-rekan di KPK pun sama-sama bersemangat menghadapi hari pertama Novel Baswedan. Meskipun  sedang berada pada masa pasca pemulihan, Novel tetap bertekad mengikuti jam kerja yang berlaku di KPK, yaitu sejak pukul 08.00 WIB..

Kedatangan kembali Novel Baswedan tentu menjadi berita besar bagi KPK dan seluruh pendukungnya. Karena diyakini dapat membantu proses penyembuhannya secara psikis. Terlebih, dirinya memang ingin cepat terlibat langsung pada pemberantasan korupsi secara aktif.

Terkait kasusnya terkatung-katung, Novel Baswedan menyebut polisi tidak serius,  bahkan sama sekali tidak mau untuk mengungkap kasusnya. Itu juga pernah diungkapkan Novel sejak awal terjadinya insiden penyiraman air keras.

“Saya sejak awal sudah sampaikan, bahwa Polisi tidak mau untuk mengungkap ini, saya tegaskan lagi, Polisi tidak mau mengungkap ini,” kata Novel di pelataran Gedung KPK, Kuningan.

Sedangkan menurut Polisi, walaupun Novel mulai bekerja kembali di KPK, pihaknya akan tetap melacak jejak pelaku dan meneruskan penyelidikan

Kabid Humas Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan penyelidikan terhadap pelaku masih terus dilakukan oleh polisi. Juga masih mencari saksi-saksi yang mendukung pencarian titik terang kasus teror tersebut.

Namun begitu, apa hasilnya? Audahkah ada bukti baru yang bisa ditindaklanjuti?

Polisi bersikukuh mengklaim penyidik sudah sungguh-sungguh mencari pelaku dengan cara mengumpulkan bukti dan saksi-saksi.

“Salah satu bukti keseriusan polisi mencari pelaku, adalah membuat empat sketsa wajah terduga pelaku dan langsung disebarkan ke seluruh pelosok Indonesia,” Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (27/7/2018).

Argo juga menyinggung tudingan Novel Baswedan soal adanya keterlibatan jenderal polisi dalam kasus penyiraman air keras tersebut. Argo meminta sebaiknya kecurigaannya itu daporkan atau dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) polisi.

Sebelumnya, beberapa orang sempat dicurigai sebagai dalang dan pelaku di balik kasus teror ini. Akan tetapi polisi tidak memiliki bukti yang cukup kuat, hingga akhirnya mereka harus dilepaskan kembali.

Dengan kembalinya Novel Baswedan ke KPK, setidaknya kita masih punya harapan masih gigihnya lembaga rasuah ini melakukan aksinya. Dan sang pengecut yang bersembunyi pastinya geram melihat targetnya masih tetap tangguh berjuang melawan korupsi. ●fp01

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments