Kamis, April 15, 2021
BerandaSi JET Mampu Deteksi Penderita TBC di Cengkareng
Array

Si JET Mampu Deteksi Penderita TBC di Cengkareng

JAKARTA, FAKTA PERS – Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, terdapat 30% kasus TBC belum terdeteksi di Indonesia dan 44% belum terlaporkan serta Incidence Rate TBC di Indonesia 391 kasus/100.000 penduduk.

Karena itu, Puskesmas Kecamatan Cengkareng membuat terobosan baru dengan meluncurkan Si JET (Siklus Jejaring Tuberculosis) sebagai bentuk upaya pengendalian penyakit TBC di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat.

Si JET merupakan sistem aplikasi pelaporan dalam mengoptimalkan penemuan serta pengendalian TBC. Aplikasi ini sangat membantu dalam sistem pelaporan terduga TBC di masyarakat, dalam hal efektivitas pencatatan, pelaporan program TBC, serta monitoring pasien TBC di wilayah Kecamatan Cengkareng.

“Setiap kader, klinik swasta, serta dokter praktik yang berkomitmen dengan program TBC dapat mengakses aplikasi ini dan melaporkan langsung ke Puskesmas Kecamatan Cengkareng. Untuk laporan awal yang dimasukkan adalah data pribadi terduga TBC, identifikasi gejala TBC dan ada tidaknya kontak dengan pasien TBC di keluarga,” kata Kepala Puskesmas Kecamatan Cengkareng, dr. Nurmari Wahyu Hapsari, di ruang kerjanya, beberapa saat lalu.

Nurmari menjelaskan, tim kesehatan segera turun ke lokasi bila ada temuan kasus TBC. Tim kemudian melakukan identifikasi ulang, sekaligus memberikan edukasi tentang penyakit TBC kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Data laporan pasien terduga TBC selanjutnya akan tersimpan di server puskesmas kecamatan Cengkareng dan rekapitulasi datanya mempermudah petugas program TBC untuk melakukan pemetaan dan merencanakan kegiatan lain untuk intervensi.

“Melalui aplikasi ini, saya berharap agar pasien terduga TBC cepat terobati. Tentunya, semua itu memerlukan komitmen kuat dari tim kesehatan dan lintas sektoral dalam mewujudkan Indonesia Bebas TBC tahun 2030,” paparnya.

Sementara Camat Cengkareng Masud Effendi memberikan dukungan terhadap program Si JET dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayahnya. Dia berharap agar semua kader kesehatan dan masyarakat membantu program ini.

“Segera laporkan bila ada temuan kasus terduga TBC, karena kesehatan tidak dapat berjalan sendiri. Kita cegah bersama agar angka pasien TBC di Kecamatan Cengkareng ini dapat turun ke depannya,” katanya.

Inovasi Si JET merupakan proyek perubahan yang dikerjakan dr. Nurmari Wahyu Hapsari di bawah bimbingan Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Any Khofifah, serta coach DR. Susi Setyawati, M.Pd dan DR Imah Rohimah, Mpd, BPSDM Pemprov DKI Jakarta. fp1

 

 

 

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments