Rabu, Maret 3, 2021
Beranda 184 Jemaah Haji Wafat
Array

184 Jemaah Haji Wafat

Jakarta, faktapers.id – Ibadah haji merupakan salah satu dari kelima Rukun Islam, yakni sebagai rukun terakhir setelah syahadat, shalat, puasa dan zakat. Perintah menunaikan ibadah haji adalah sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, Surah Ali Imran, Ayat 97.

Terkait Rukun Islam kelima itu, tahun 1439H/2018M ini Indonesia mendapat kuota haji sebanyak 221 ribu jiwa, yakni 204 ribu jemaah haji reguler dan 17 ribu jemaah haji khusus. Jumlah kuota ini meningkat sebanyak 10 ribu jiwa dari tahun 2017 yang hanya 211 ribu jemaah.

Pemberangkatan para jemaah dilakukan melalui enam Bandara Internasional di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, Palembang, Pekanbaru, dan Medan. Sementara kepulangan, akan berlangsung pada 26 Agustus sampai 12 September mendatang.

Kepala Daker Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Arsyad Hidayat, Minggu (26/08), kepada tim Media Center Haji (MCH) Daker Bandara, mengutarakan, para jemaah yang masih sakit ada di rawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah atau Rumah Sakit Arab Saudi ke KKHI Jeddah. Dan Jemaah haji Indonesia yang menderita sakit di Tanah Suci akan diprioritaskan kepulangannya ke Tanah Air. Keberangkatan mereka akan disesuaikan dengan ketersediaan kursi pada kloter-kloter.

“Jemaah yang sakit tentu mendapat prioritas kepulangan ke Tanah Air lebih cepat dan masuk dalam kategori jemaah tanazul. Jemaah sakit dipulangkan pada gelombang pertama ini akan didorong dari lokasinya di rawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah atau Rumah Sakit Arab Saudi ke KKHI Jeddah di Madinatul Hujjaj. Akan menyisir kekosongan kursi pada jemaah yang akan pulang pada kloter-kloter awal untuk diisi tempatnya oleh jemaah sakit yang akan dipulangkan,” terangnya.

Kepala KKHI Makkah dr Nirwan Satriya, mengungkapkan, sejauh ini KKHI Makkah mencatat, telah melayani sebanyak 2.264 jemaah haji. Dari jumlah itu, yang sempat dirawat sebanyak 654 jemaah,” katanya, Senin (27/8/2018).

Sedangkan yang masih di rawat di rumah sakit Arab Saudi sebanyak 102 jemaah. Memasuki fase pemulangan jemaah haji ke Tanah Air setelah tahapan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) usai, jumlah jemaah haji yang wafat mencapai 184 jemaah.

Jemaah wafat tersebut terdiri dari 175 jemaah yang merupakan jemaah haji reguler dan 9 jemaah haji khusus. Data tersebut dilansir hari ini, Senin, 27 Agustus 2018, pukul 13.00 Wib.

Pemulangan
Tahap fase kepulangan jemaah haji diawali dengan pelepasan 455 jemaah Debarkasi Palembang yang berasal dari kloter PLM-001.

Mereka dilepas oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali, dan Inspektur Jenderal Kemenag Nur Kholis Setiawan.

Hari pertama kepulangan jemaah diikuti 15 kloter atau 6.026 jemaah. Untuk PLM-001 diterbangkan Senin (27/08) pukul 08.15 WAS dan dijadwakan tiba di Tanah Air pukul 21.55 Wib, disusul Kloter 1 Debarkasi Surabaya pada pukul 09.45 WAS yang membawa 450 jamaah.

Selanjutnya, menyusul penerbangan Kloter 1 Debarkasi Jakarta-Bekasi pada 10.05 WAS dan Kloter 1 Debarkasi Padang pada pukul 11.20 WAS. Hari perdana kepulangan gelombang pertama ditutup Kloter 13 Debarkasi Solo yang terbang dari Jeddah pukul 22.05 WAS.

Seluruh jemaah kloter gelombang pertama akan diterbangkan kembali ke Tanah Air melalui Bandara King Abdulaziz Jeddah.

Jumlah jemaah haji kloter 1 Palembang (PLM) yang tiba di Tanah Air terdiri dari 440 jemaah dan 5 petugas haji. Data dilansir dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) tanggal 27 Agustus 2018 pukul 23.59 Wib. Sementara jemaah yang wafat dari embarkasi PLM hingga tanggal 27 Agustus 2018 pukul 23.59 berjumlah 8 orang.

Sebelumnya, pada fase kepulangan ke Tanah Air, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengingatkan jemaah untuk mematuhi aturan penerbangan agar kepulangan berjalan lancar.

Dikatakan Arsyad Hidayat, petugas kesehatan juga nantinya akan mengobservasi apakah jemaah bersangkutan perlu dibaringkan selama penerbangan atau cukup dengan kursi tunggal. Hal tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pihak Daker Bandara guna memastikan ketersediaan tempat duduk.
Pada akhir pemulangan jemaah ke Indonesia, ketika penerbangan ke debarkasi tertentu sudah habis, ada kemungkinan jemaah sakit tak tiba di bandara tempatnya berangkat. Pihak Kementerian Agama, imbuh Arsyad, akan memfasilitasi kepulangannya ke bandara tujuan.

Indeks Kepuasan
Kementerian Agama optimistis nilai indeks kepuasan jemaah haji tahun ini akan meningkat. Hal itu terlihat dari realisasi sepuluh inovasi penyelenggaraan haji yang dilakukan Kemenag.

Dubes Agus Maftuh Abegebriel juga menyatakan, Gubernur Makkah menilai tahun ini adalah kesuksesan tiada tanding bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dubes Agus Maftuh menyebutkan, jemaah haji Indonesia menjadi jemaah yang sangat dimanjakan oleh Saudi.

“Sebab menurut penilaian mereka, dalam hal ini Gubernur Makkah, jemaah yang paling rapi, bagus dan disiplin adalah jemaah haji Indonesia,” tandasnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Kemenag memang mematok kenaikan target indeks kepuasan jemaah. Untuk tahun ini ditargetkan mencapai minimal 85 persen atau naik dari tahun lalu yang mendapat 84,85 persen. Perlu dicatat, indeks kepuasan jemaah terus meningkat tiap tahun. Tahun 2014 mencapai 81,52 persen; 82,67 persen (2015) dan 83,83 persen (2016).

Menag Lukman Hakim Saifuddin kepada DPR, dalam Rapat Kerja di Mahbas Jin, Makkah, 17 Agustus lalu, mengatakan, sepuluh inovasi Kemenag pada musim haji tahun ini adalah percepatan keimigrasian, QR Codegelang jemaah, penyewaan full musim sebagian hotel di Madinah, bumbu masakan dan juru masak dari Indonesia pada katering haji. Selain itu juga juga penambahan katering Makkah, tanda paspor dan koper untuk memudahkan identifikasi dan pengelompokan, pengalihan porsi ahli waris, pencetakan visa, adanya Konsultan Ibadah, dan pembentukan tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH).

Katering termasuk 10 inovasi layanan haji 2018. Selama di Makkah, jemaah diberi makan sehari dua kali selama 20 hari. Total 40 kali makan siang dan malam. fp03

Most Popular

Recent Comments