Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda 20 Ribu Happy Five Diungkap Ditresnarkoba Polda Metro
Array

20 Ribu Happy Five Diungkap Ditresnarkoba Polda Metro

Jakarta, faktapers.id – Sebanyak 20.000 butir happy five (H5) yang rencanya akan diedarkan di wilayah DKI Jakarta berhasil digagalkan Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Dalam membuka tabir 20.000 pil H5 yang disamarkan dalam bungkusan kemasan bikuit asala Taiwan tersebut pihak kepolisian mengamankan dua pelaku yaitu S alias J (47) dan H alias Item (27).

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Dony Alexander menyebutkan aksi para pelaku dapat terungkap berkat adanya informasi masyarakat, bahwa ada seseorang yang sering mengantar paket berisi narkotika.

“Selanjutnya kami lakukan pengintaian penyelidikan selama hampir sebulan, hingga akhirnya pada Sabtu (25/8/18), berhasil ditangkap S di Lampu merah Jalan Raya Ahmad Yani, Sukasari, Kota Tangerang,” kata Dony di Polda Metro Jaya, Senin (27/8/18).

Menurut Dony dari tangan S alias J diamankan barang bukti satu buah Kardus besar yang berisi 18 kotak kardus kecil, dan di dalam kardus kecil itu terdapat 2.000 papan Tablet Nimetazepam atau Happy Five. Sehingga total ada 20 ribu butir Happy Five.

Selain itu, polisi juga amankan satu buah handphone dan motor Honda Beat warna biru putih dengan nomor polisi B 4952 BLX.

Selanjutnya terhadap S dilakukan pengembangan didapat pengakuan barang haram itu diambil dari seseorang di pinggir jalan depan Gebang Indah, Uwung Jaya, Cibodas, Kota Tangerang atas perintah E.

Dony lebih lanjut memaparkan tim kemudian menyuruh tersangka S menghubungi ke E kalau paket sudah diambil. Kemudian E menyuruh S membawa paket tersebut ke Jalan Boulevard Mutiara Palem, Cengkareng untuk diserahkan ke H yang merupakan orang suruhan E.

Langsung saja pada hari itu juga tim ke lokasi. Dan setelah beberapa lama diintai hingga sore hari, sekitar pukul 16.30 WIB, H muncul. Tanpa buang kesempatan petugas langsung melakukan penangkapan.

Kembali dilakukan pengembangan dengan membawa H untuk menunjukkan tempat tinggal E. Akan tetapi setelah dilakukan pencarian dan penggeledahan di kediaman E, petugas belum berhasil ditemukan, maka petugas menjadikannya Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 60 ayat (1) huruf b & c UU No.5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman penjara selama 15 tahun. Selain itu juga akan dijerat Pasal 62 juncto pasal 71 UU tentang psikotropika dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun,” pungkas Dony. fp03

Most Popular

Recent Comments