Kamis, Maret 4, 2021
Beranda Albert Soekanta, Ketum RPN: Kita Indonesia, Kita Pancasia
Array

Albert Soekanta, Ketum RPN: Kita Indonesia, Kita Pancasia

Jakarta, faktapers.id – Menyikapi tahun politik ini, sudah sepatutnya kita bergembira dan berpesta. Sebabnya tahun 2019 mendatang adalah Pesta Demokrasi yang terbesar di sejarah politik Indonesia Dimana dilakukan hajatan Pemilu memilih anggota legislatif kita dan sekaligus Pilpres
Dalam kurun waktu setelah reformasi, kita telah beberapa kali mengadakan Pemilu, yakni pilkada dan pilpres.

Demikian diutarakan Albert Soekanta, Ketua Umum Relawan Padamu Negeri (RPN) ketika ditanya tanggapannya mengenai pilpres dan pemilu, Jumat (24/8/2018) kepada faktapers.id, di bilangan Apartmen Grand Pramuka, Jakarta Timur.

“Pesta demokrasi ini adalah pesta rakyat. Kita berharap rakyat benar-benar cerdas memilih wakil rakyat dan Presiden RI yang kompeten dan bekerja untuk rakyat dan bangsanya,” ujarnya.

Albert Soekanta pun menghimbau agar rakyat Indonesia mendukung dan memenangkan kembali Jokowi menjadi Presiden RI untuk periode ke 2 Karena telah melihat kinerjanya.

“Kita telah melihat kinerja Jokowi selama menjadi walikota Solo, Gubernur DKI dan menjadi Presiden 2014 SD 2019. Jokowi memiliki karakter yang kuat, jujur, anti korupsi dan mencintai Rakyat Indonesia. Dan banyak hal yang telah dilakukan Jokowi selaku Presiden RI pada periode pertama ini,” terang Albert.

Kinerja Jokowi, lanjutnya, antara lain membangun jalan tol, bandara, pelabuhan, tol laut, sarana dan prasarana alat tangkap ikan, waduk, Kartu Indonesia sehat yang telah diberikan sebanyak 92.300.000 Seta memberikan sertifikat gratis sebanyak 7 juta sertifikat ke rakyat Indonesia.

“Memang kita akui Jokowi bukanlah manusia super yang bisa membangun semua kebutuhan rakyat dalam sekejap. Dimana selama 32 tahun kekuasaan rezim orde baru banyak sistem pemerintahan dan sistem demokrasi yang harus diperbaiki dan memihak kepada rakyat. Dimana zaman orde baru pembangunan hanya terfokus di pulau Jawa saja dan terjadi kebocoran-kebocoran uang negara (korup berjamaah),” ungkap Ketum RPN ini.

32 tahun sistem ketatanegaraan dan sistem pemerintahan berpusat ditangan Soeharto. Mengubah seluruh sistem yang tidak memihak rakyat bukanlah pekerjaan mudah. Semuanya memakai sistem dan aturan mengubah semuanya agar memihak rakyat,” tambahnya.

Albert mengingatkan banyak hal yang udah dikerjakan Jokowi. Untuk itu mari kita berikan kesempatan sekali lagi kepada Jokowi memimpin Republik ini untuk kepentingan Rakyat dan Negara.

“Begitu juga hendaknya kita harus bisa memilih wakil rakyat yang benar-benar mencintai rakyat dan mencintai NKRI. Sinergitas eksekutif (Presiden) dan legislatif (DPR RI) sangat-sangat dibutuhkan. Marilah kita pilih wakil-wakil kita dari partai pendukung Jokowi”, pesannya.

Ketika ditanya mengenai solusi menghadapi radikalisme, hoax dan isu sara. Albert Soekanta menegaskan hal-hal seperti itu nggak perlu kita tanggapi. Yang melakukan itu adalah saudara kita juga.

“Seharusnya kita kasihan kepada mereka-mereka itu, saudara-saudara kita itu tidak mengetahui apa yang diperbuatnya itu, adalah salah. Mari kita dekati mereka, kita ajak diskusi dan kita berikan pencerahan dan kasih sayang. Caci maki kita balas dengan kelembutan. Setiap manusia pasti memiliki hati yang baik,” tutur Albert.

Ia ingin semuanya berpegang teguh bahwa ‘Kita semua adalah saudara. Saudara sebangsa dan setanah air. Indonesia adalah rumah kita dan Pancasila adalah jiwa/jati diri kita.

“Mari kita kembalikan jiwa Pancasila pada diri kita dan pada saudara-saudara kita. Jangab Sekali-Sekali Melupakan Sejarah,” sebutnya.

Lebih jahu Albert memaparkan bahwa Pancasila dipidatokan oleh Bung Karno tanggal 1 Juni sebagai Dasar Negara Republik Indonesia adalah hasil penggalian.
Bung Karno mengakui sebagai Penggali Pancasila,bukan Pencipta Pancasila. Dimana Bung Karno melihat adanya 740 suku dan berbagai agama di Indonesia yang hidup berdampingan dan rukun,
sama-sama berjuang untuk merdeka dan membentuk sebuah Negara. Yaitu Republik Indonesia. Pancasila adalah alat perekat dan pemersatu Bangsa.

Berbeda-beda tapi SATU. Satu tujuan membentuk Negara Republik Indonesia, untuk kepentingan kemakmuran Bangsa dan Negara.

Sumpah Pemuda 1928, Pancasila 1 juni 1945, Proklamasi 17 Agustus 1945 dan UUD 1945 adalah satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang kita sebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Hakekat dan Intisari dari Pancasila adalah Gotong Royong. Didalamnya terdapat nilai-nilai Spritual, Kemanusiaan, Persatuan Indonesia, Demokrasi musyawarah mufakat dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kita menyakini apa yg terdapat di Indonesia adalah kehendak Tuhan yang maha Esa. Kita dikaruniai dengan keberagaman Suku dan Agama, serta potensi alam yang luar biasa. Kita dapat Hidup bahagia berdampingan dngn gotong royong. Kita seluruh Warga Negara adalah SAUDARA sebangsa dan setanah air. Suatu karunia dan anugerah yg kita terima sebagai Bangsa Indonesia. Berbeda-beda tapi SATU. Itulah PANCASILA

Marilah kita bergandengan tangan dan gotong royong membangun Bangsa dan Negara kita berdasarkan PANCASILA.
“Indonesia dan Pancasila Adalah Anugrah. Indonesia Rumah Kita. Pancasila Jiwa Kita. KITA INDONESIA. KITA PANCASILA,” tandas Albert. Fp03

Most Popular

Recent Comments