Kamis, Februari 25, 2021
Beranda ASN Angkatan 2010 “Dipreteli”?
Array

ASN Angkatan 2010 “Dipreteli”?

JAKARTA, fakta pers.id  – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dalam waktu dekat ini akan memutasi pejabat lurah dan kepala seksi. Seperti biasa, mutasi itu sebagai bentuk penyegaran kinerja di Pemko Jakarta Barat demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Kabarnya, puluhan pejabat setingkat lurah dan kepala seksi tersebut dimutasi karena dinilai kurang maksimal menjalankan tugasnya dan kurang inovatif dalam menyelesaikan persoalan lapangan.

Sumber Harian Fakta Pers, lurah angkatan sebelum 2010, mendukung bilamana Wali Kota Jakbar melakukan rotasi terhadap angkatan 2010 tersebut. Dikatakannya, pejabat Pemprov DKI ang­katan 2010 memiliki sepak terjang minim, namun mampu menduduki jabatan strategis.

“Mereka bisa menjadi pejabat bukan karena pengalaman melayani masyarakat, tapi dikarbit melalui lelang jabatan,” ujar lurah tersebut.

Diakui, bahwa pejabat Pemprov DKI angkatan 2010 masih berusia muda dan mudah mengaplikasikan teknologi. Namun, ungkap lurah tersebut, yang dibutuhkan masyarakat adalah pelayanan dan penyelesaian masalah lapangan deng­an cepat, tanggap dan tepat. Hal inilah yang tidak dimiliki pejabat Pemprov DKI angkatan 2010.

“Mereka karena mudah menjadi pejabat seakan terkesan sombong dan se­perti tidak mau mengenal mitra-mitranya dan masyarakat. Kalau tidak percaya, tanya saja ke yang lain, pasti jawabannya sama. Dan tanya juga ke angkatan 2010 itu, pasti mereka menjawab sama, terkesan songong,” ungkap lurah di salah satu kecamatan di Jakarta Barat.

Harian Fakta Pers juga mengkonfirmasikan rencana mutasi ini kepada salah satu pejabat Pemprov DKI angkatan 2010. Sumber tidak mempersoalkan rencana mutasi bila difokuskan pada ang­katan 2010, namun pinta sumber, agar Wali Kota Jakbar Rustam Effendi dapat menilai secara objektif terhadap kinerja jajarannya, terkhusus angkatan 2010.

“Kalau memang ada angkatan 2010 yang tidak mampu kerja, ya silakan diganti. Namun, kalau memang ASN itu mampu bekerja, ya patut juga diapresiasi,” ungkapnya.

Wanita yang belum genap berumur 38 tahun ini mengakui telah mendengar banyak nada sumbang terkait ASN angkatan 2010, di antaranya sombong karena mendapat jabatan melalui lelang jabatan. Hal itupun dibantah ASN yang bertugas di Blok B Kantor Wali Kota Jakbar itu.

“Nggak semuanya sombong, Pak. Memang ada sebagian, tapi sebagian lagi juga koperatif kok kepada mitra-mitranya,” ujar­nya.

Hembusan kabar rencana Wali Kota Jakbar akan memutasi pejabat eselonnya makin terdengar kencang menjelang Rustam Effendi akan menunaikan rukun Islam kelima pada 12 Agustus 2018 mendatang.

Menyikapi itu, Wali Kota Rustam Effendi, ketika dikonfirmasi Harian Fakta Pers, Selasa (31/7), mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap pejabatnya. Evaluasi itu, ungkap Rustam, bukan berdasarkan tahunnya, tapi dari kinerjanya.

“Masih Evaluasi. Evaluasi bukan dari tahunnya, tapi dari kinerjanya,” ujar Rustam.

Siapa saja yang akan terge­ser? Rustam mengatakan, bahwa bilamana ada oknum Lurah tersangkut pungli dan kena periksa (Kejaksaan/KPK/Polisi), maka oknum tersebut akan tergeser.

“Kalau lurah-lurah yang kena pungli dan kena periksa, ya siap-siap aja tergeser,” ujar Rustam. ●fp01

Most Popular

Recent Comments