Senin, Maret 1, 2021
Beranda BI Sarankan Biaya "Top-up" Uang Elektronik Digratiskan
Array

BI Sarankan Biaya “Top-up” Uang Elektronik Digratiskan

JAKARTA, faktapers.id – Menjelang diberlakukan­nya sistem Gerbang Pemba­yaran Nasional (GPN) dalam layanan uang elektronik, BI mendorong agar biaya top-up atau isi ulang saldo uang elek­tronik tidak membebani mas­yarakat, sehingga layanan itu bisa lebih luas lagi terjangkau.

“Pengaturan harga top-up uang elektronik perlu diatu, karena dinilai belum efisien dan masih membebani mas­yarakat, karena harga yang variatif di lapangan, serta vol­ume transaksi uang elektronik belum mencapai skala ekon­omis yang akan berdampak pada efisiensi,” demikian disampaikan BI dalam laman resminya, bi.go.id, beberapa saat lalu.

Menurut BI, pengguna akan lebih mudah dan nyaman dalam memakai uang elektron­ik jika dibebaskan dari biaya top-up. Oleh karena itu, BI menyarankan agar perbankan yang menerbitkan uang elek­tronik, bila sudah mampu, agar bisa membebaskan biaya top-up uang elektronik.

“Bagi bank yang telah mampu dan memiliki kapa­sitas penyediaan kemudahan tersebut, dapat menggratiskan biaya top-up uang elektronik,” kata BI.

Sedangkan bank yang be­lum mampu menggratiskan biaya top-up uang elektronik, menurut BI tetap diperboleh­kan untuk memungut biaya, namun tidak boleh melampaui batas atas yang ditetapkan, tetapi tetap harus mengede­pankan kepentingan pengguna.

Sejalan dengan upaya itu, BI juga mendorong seluruh bank menyempurnakan layanan uang elektronik, mulai dari infrastrukturnya, meny­iapkan sarana top up di berb­agai lokasi, hingga kecukupan kartu.

Sistem GPN saat ini baru diberlakukan terhadap kartu ATM atau debet. Secara ber­tahap, GPN akan diimplemen­tasikan untuk uang elektronik lalu diterapkan pada layanan lain, seperti layanan berbasis tagihan, online payment, dan lainnya.

GPN merupakan suatu sistem yang menghubung­kan berbagai pembayaran elektronik atau transaksi non tunai pada semua instrumen bank dalam satu sistem pem­bayaran. Manfaatnya saat ini, masyarakat tidak perlu men­cari mesin EDC (Electronic Data Captured) dari bank yang sama, karena semua kartu yang diterbitkan bank domestik dapat terhubung dengan satu mesin EDC dengan GPN. Saat ini di Indonesia terdapat berb­agai macam uang elektronik. Tak hanya oleh bank, uang elektronik juga diterbitkan oleh oleh provider lain.

Diketahui selama ini se­jumlah penerbit uang elektron­ik membebankan biaya jika nasabah atau pengguna uang elektronik menambah saldo uang elektroniknya atau top-up. ●fp03

Most Popular

Recent Comments