Kamis, Juni 17, 2021
BerandaHanya BNBP Kantongi Data Lengkap Korban Gempa Lombok
Array

Hanya BNBP Kantongi Data Lengkap Korban Gempa Lombok

Jakarta, faktapers.id – Menanggapi polemik perbedaan data gempa Lombok, Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, menyampaikan semua data korban meninggal akibat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, adalah benar, karena berdasarkan data lapangan.

Menurut Sutopo kecepatan melaporkan kondisi penanganan bencana saat krisis diperlukan, sehingga berbagai pihak yang terlibat menggunakan data sendiri yang mengakibatkan perbedaan satu sama lain.

“Perbedaan data korban selama masa tanggap darurat adalah hal biasa seperti halnya gempa di Sumatera Barat 2009, letusan Gunung Merapi 2010, tsunami Mentawai 2010 dan bencana besar lain,” ungkap Sutopo, Kamis (9/8).

Dikatakan Sutopo, hal itu akhirnya berakibat membingungkan media dan masyarakat. Karena itu, koordinasi terkait data perlu ditingkatkan. Maka data dari masing-masing pihak harus dilaporkan ke Pos Pendamping Nasional (Pospenas) untuk diverifikasi dan keluar satu data.

“Penyamaan data korban dapat disepakati di Posko Utama Tanggap Darurat Bencana, begitu pula dalam gempa Lombok,” terangnya.

Sutopo mengungkapkan Pospenas melalui komandan satuan tugas dan wakilnya berencana mengundang kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk menyamakan data korban, pada Kamis (9/8).

Masing-masing pihak, menurut Sutopo akan membawa data yang lebih rinci, yaitu identitas korban termasuk nama, usia, gender dan alamat. Data akan croscek satu sama lain, karena seringkali satu korban tercatat beberapa kali. Hal itu bisa terjadi karena korban disebut nama panggilannya sehari-hari, nama lengkap atau nama kecilnya sehingga terhitung tiga orang.

“Media dan masyarakat diminta tetap menggunakan data resmi dari BNPB dan BPBD Nusa Tenggara Barat. Selanjutnya semua data mengacu pada Pospenas jika sudah ada kesepakatan bersama terkait data korban bencana,” pesannya.

Sebelumnya, beredar data yang berbeda terkait korban meninggal dunia akibat gempa Lombok. BNPB dan BPBD Nusa Tenggara Barat menyebut korban meninggal 131 orang, sementara TNI menyebut 381 orang, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan BPBD setempat menyebut 347 orang serta pernyataan Gubernur Nusa Tenggara Barat dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) 226 orang. fp03

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments