Kamis, Februari 25, 2021
Beranda Hijrah ke PDIP, Kapitra Diteror
Array

Hijrah ke PDIP, Kapitra Diteror

Jakarta, faktapers.id – Entah apa maksud pelaku meneror mantan pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera di Jalan Tebet Timur nomor 8, Jakarta Selatan dengan bom molotov.

Diketahui Kapitra yang juga salah satu yang pernah tergabung di 212, secara mengejutkan hijrah dan menyaleg ke PDIP. Dan dirinya pun kerap mendapat teror.

Sebelumnya Kapitra mengaku mendapat banyak teror melalui aplikasi chat WhatsApp (WA).

“Sangat banyak (teror via WA), (ada yang bilang) saya murtad, saya kafir, harus dibakar, dan sebagainya,” ungkap Kapitra kepada wartawan di rumahnya, Jalan Tebet Timur Dalam 8 No 16, Jakarta Selatan, Senin (6/8/2018).

Namun begitu Kapitra tak bisa memastikan apakah teror tersebut ada hubungannya dengan teror molotov malam ini atau tidak.

“Wallahualam. Tapi kenapa hari ini terjadi, pasti ada statement saya yang mungkin saja mereka pikir saya meluruskan ketidakbenaran yang selama ini mereka anggap benar, saya coba luruskan,” kata Kapitra.

Kapitra mengaku tahu siapa saja yang telah menerornya. Hanya, dia tak mau mengungkap lebih jauh.

“Saya tahu, ada yang sudah datang minta maaf sama saya nangis-nangis, ya ada,” sebutnya.

Meski tak mau mengungkap siapa sosok peneror via WA itu, Kapitra menyatakan disebut murtad karena memilih menjadi caleg dari PDIP.

Ketika ada wartawan yang bertanya. “Ada yang teror ‘bapak murtad’ dan lain-lain, maksudnya apa?” tanya wartawan.

“Karena saya masuk PDIP. Saya ambil pilihan itu, karena saya ingin menyampaikan suatu kebenaran. Ada statement saya yang mungkin berat sama orang, saya katakan ‘stigma’ yang mengatakan PDIP itu PKI adalah haram dan menyesatkan’,” jawab Kapitra.

Dilempar Molotov
Malam Seninnya rumah Kapitra mendapat teror fisik berupa pelemparan bom molotov. Kini dirumahnya pun dipasang garis polisi menyusul kejadian pelemparan bom molotov oleh orang tidak dikenal pada Senin (6/8/2018) malam. Petugas kepolisian sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas kejadian tersebut.

Dalam pantau di lokasi pada pukul 21.30, ada 10 lebih petugas menggunakan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di lokasi itu. Dan diluar pagar, polisi juga berlalu lalang di pekarangan rumah.

Kapitra membenarkan ada pelemparan bom molotov di rumahnya. Menurutnya ada 2 bom molotov yang dilempar ke arah garasi rumahnya. Namun salah satu molotov itu masih dalam kondisi utuh. fp01

Most Popular

Recent Comments