Senin, Maret 8, 2021
Beranda Jaga Pasokan Pangan, Rp 97,6 T Disiapkan Jokowi
Array

Jaga Pasokan Pangan, Rp 97,6 T Disiapkan Jokowi

Jakarta, faktapers.id – Untuk menjaga pasokan pangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menggelontorkan anggaran Rp97,6 triliun pada 2019.

Presiden Jokowi dalam pidato Nota Keuangan RAPBN 2019 di Gedung DPR, Kamis (16/8), mengatakan bahwa pemerintah akan berupaya menjaga ketersediaan pasokan pangan agar kebutuhan pokok masyarakat terjamin dan inflasi terkendali.

Dalam buku nota keuangan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019, tercatat anggaran tersebut sebesar Rp56,8 triliun, dialokasikan melalui belanja di beberapa kementerian dan lembaga. Rinciannya, pertama, sebesar Rp21,7 triliun untuk Kementerian Pertanian.

“Upaya tersebut dilakukan dengan menjaga ketersediaan pasokan. Untuk pangan upaya dilakukan dengan meningkatkan kapasitas produksi nasional dan efesiensi sepanjang rantai pasokan,” katanya.

Anggaran tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan peningkatan produksi serta akses terhadap pangan, antara lain melalui pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier serta upaya meningkatkan produktivitas pangan terutama bahan pokok.

Kedua, sebesar Rp11,5 triliun dialokasikan di Kementerian pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Diarahkan untuk membangun atau meningkatkan jaringan irigasi pertanian.

Ketiga, sebesar Rp2,8 triliun dialokasikan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), diarahkan untuk meningkatkan produksi, baik perikanan tangkap, perikanan budi daya, serta produk perikanan lain.

Keempat, sebesar Rp20,8 triliun dialokasikan di Kementerian Sosial. Dialokasikan untuk program beras sejahtera.

Sedangkan sisa anggaran itu digelontorkan di Kementerian Perdagangan dan lembaga penelitian. Di Kementerian Perdagangan, anggaran ditujukan untuk stabilisasi harga pangan.

Untuk lembaga penelitian, anggaran n untuk membuat kajian soal peningkatan produktivitas pangan.

Cita-cita untuk meningkatkan kapasitas produksi tersebut sebenarnya sudah disampaikan Jokowi semenjak awal pemerintahannya.

Bahkan saat itu Jokowi bertekad pemerintahannya akan mewujudkan kapasitas produksi pangan, sehingga Indonesia bisa berswasembada dalam tiga tahun pemerintahannya.

Tapi, sampai dengan empat tahun, tekad tersebut belum sepenuhnya bisa terwujud akibat berbagai kendala tekni maupun non teknis. Untuk beras, capaian tersebut bisa dilihat dari kebijakan impor beras yang masih lakukan pemerintahannya sampai 2018 ini. fp01

 

Most Popular

Recent Comments