Minggu, Februari 28, 2021
Beranda Jokowi Berkurban Pilih Sapi Limousin dan Simmental
Array

Jokowi Berkurban Pilih Sapi Limousin dan Simmental

Jakarta, faktapers.id – Saat para presiden di Indonesia memilihnya sapi jenis limousin dan simmental sebagai sapi kurban di Idul Adha. Membuat sapi ini menjadi terkenal. Sapi jenis limousin ini memang keturunan boss taurus, yang merupakan keluarga sapi potong dan sapi perah asal Eropa.

Postur tubuh sapi limousin memang berbeda dibanding sapi lokal asli Indonesia lainnya. Sapi dengan warna bulu merah kecokelatan dengan bentuk tubuh memanjang disokong paha dan pinggul penuh daging padat, terlihat sangat berotot.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedikitnya dalam dua kali kesempatan berkurban, menggunakan sapi limousin dengan bobot masing-masing 800 Kg dan 950 Kg.

Tahun lalu, Jokowi menyumbang sapi jenis limousin-bali seberat 830 Kg dengan tinggi badan sekitar 1,98 meter dan panjang sekitar 2,25 meter. Sapi itu dibeli Jokowi dari seorang warga Tarakan seharga Rp60 juta.

Sapi simmental sepertinya juga menjadi favorit sejak era SBY sampai dengan Jokowi untuk berkurban. 2011 lalu misalnya, SBY berkurban sapi simmental seberat 1,4 ton. Harganya saat itu senilai Rp50 juta. Di 2015, Jokowi pun berkurban dengan jenis sapi yang sama dengan bobot 1,25 ton yang disebar di Surabaya, Jawa Timur

Sapi limousin dikembangkan di Perancis Tengah sebagai sapi pekerja yang kemudian menjadi sapi pedaging. Jenis sapi ini jantannya memiliki postur tinggi mencapai 1,5 meter dengan tanduk mencuat keluar dan sedikit melengkung.

Sapi jenis ini merupakan salah satu yang merajai pasar sapi penggemukan di Indonesia dan menjadi primadona untuk penggemukan, karena perkembangan tubuhnya termasuk cepat antara 1 sampai dengan 1,5 kilogram setiap harinya didukung dengan pakan yang baik.

Berat badan jantan dewasa bisa mencapai lebih dari 1,2 ton. Kualitas daging terbilang bagus, dengan karkas—tulang dan daging—rata-rata 50 persen. Sapi bongsor ini di Idul Adha 1439 H masih jadi primadona pilihan para pejabat termasuk presiden sebagai hewan kurban.

Jenis sapi ini sudah banyak ditemui di peternak lokal karena hampir 100 persen sapi kurban adalah produksi dalam negeri.

Ini karena bibit semen beku sapi bongsor ini sudah dikawin silang dengan sapi lokal seperti sapi Bali, Sapi Madura maupun sapi Sumba Ongkole, yang juga merupakan jenis sapi unggul di Indonesia.

“Sapi keturunan ini memiliki kelebihan berupa percepatan pertumbuhan yang melebihi sapi lokal,” terang Teguh Boediyana, Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia.

Sapi simmental mirip dengan jenis limousin, berat badan sapi jantan simmental dewasa bisa mencapai 1,4 ton dengan kualitas daging yang bagus dan karkas rata-rata 50 persen. Untuk bisa mencapai bobot lebih dari 1 ton, proses penggemukan hewan pedaging ini membutuhkan waktu 1 tahun dengan konsekuensi biaya pakan dan pemeliharaan yang tinggi. fp03

Most Popular

Recent Comments