Minggu, Mei 9, 2021
BerandaKali-kali di Jakarta Minim IPAL 
Array

Kali-kali di Jakarta Minim IPAL 

JAKARTA, faktapers.id – Sebagian besar kali di Kota Jakarta saat ini masih minim Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Akibatnya banyak kali di Jakarta saat ini tercemar.

“IPAL masih minim sekali hingga membuat kali di Jakarta tercemar dan berbau. Bau busuk itu bukan karena sampah, tapi limbah,” ujar Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Ali Maulana, beberapa waktu lalu.

Menurut Ali, dari sekian banyak limbah yang ada, rata-rata bersumber dari limbah domestik. Lantaran ada beberapa pemukiman yang tidak memilili IPAL komunal atau septitank.

“Saluran air hujan dan limbah di Jakarta jadi satu dan semuanya juga larinya ke kali. Warga tak punya septiktank dan IPAL, jadi dibuang ke saluran perkotaan limbah bersatu semua,” kata Ali.

Saat ini hanya ada satu infrastruktur IPAL milik PD PAL Jaya yang melayani satu zona saja di Jakarta. Fasilitas itu tak dapat menampung aliran air dari sembilan kali yang di Jakarta.

Kondisi minim IPAL tersebut diperburuk dengan kondisi muara sungai juga cukup buruk karena aliran 13 sungai besar semuanya tertuju langsung ke sembilan muara.

“Limbah domestik Jakarta pun bisa akibat dari tercemarnya air bawaan dari hulu. Hal ini, yang membuat pencemaran di kali Jakarta semakin parah. Kali menjadi hitam dan berbau. Namun bau tak sedap bukan dari sampah,” ungkap Ali.

Dari hasil pemantauan Dinas LH DKI, Ecoli Tinja Paling Banyak ada di Sungai Cideng Jakarta Pusat. Jumlah ecoli tinja di sungai itu lebih fantastis lagi karena dari tiga titik pantau ditemukan minimum 21 miliar – maksimum 3,6 triliun per 100 mili liter.

Sementara Sungai Cideng dan Sungai Mampang, hingga Sungai Ciliwung, tidak memenuhi seluruh parameter kunci baku mutu. ●fp01

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments