Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Kalibata City "Surga" Bisnis "Lendir"
Array

Kalibata City “Surga” Bisnis “Lendir”

Jakarta, faktapers.id – Fenomena bisnis pelacuran diduga di berbagai apartemen semakin marak berlangsung, namun belum terungkap satu persatu. Hanya saja Kalibata City mengguncang publik setelah terbongkar pada 2015 lalu. Menurut pengakuan, salah satu psk atau dengan julukan “angel” unit yang bisa dipakai untuk bisnis prostitusi bermula dari banyaknya pemilik yang menyewakan unitnya pada pihak ketiga.Pemilik unit ini menyerahkan urusan sewa kepada seorang broker. Otomatis kartu akses tower dan kunci unit diserahkan ke broker tersebut.

Dalam satu tahun terakhir ini, kepolisian setidaknya telah mengungkap lima kasus prostitusi di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Jumlah ini belum termasuk kasus-kasus prostitusi lain yang diungkap pada tahun-tahun sebelumnya. Pada 2 Agustus lalu, diamankan 32 pekerja seks komersial (PSK) dari tempat itu, 5 diantaranya merupakan pekerja seks usia dini. Tak hanya PSKnya yang berusia dini, pelanggannya pun ada yang masih berusia di bawah 18 tahun. Sehingga tertanam label bahwa Kalibata City “Surga” Bisnis “Lendir”.

Dalam pengukapan terakhir, polisi mengamankan tiga orang muncikari berinisial SBR, O, dan R. O dan R merupakan agen properti yang memudahkan pelanggan mendapatkan kamar untuk berhubungan badan dengan PSK. Terungkap pemilik asli apartemen itu menitipkan apartemennya untuk disewakan secara bulanan kepada agen properti itu. Tapi nyatanya disewakan harian. 24 jam tarifnya Rp 300.000. Kami masih mendalami keterlibatan pemilik asli apartemen.

Sebagai tindak lanjut mengatasi persoalan ini, salah satunya caranya Polda Metro Jaya akan segera memanggil pengelola Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, terkait banyaknya pelaku prostitusi yang menggunakan lokasi tersebut. Dalam hal ini, data yang dimiliki sudah ada lima kali pengungkapan kasus di lokasi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta membenarkan dalam waktu dekat ini penyidik segera memanggil pengelola apartemen kalibata City terkait kasus prostitusi yang memang marak di apartemen yang terletak dekat dengan TMP Kalibata tersebut.

Nico mengakui sejauh ini pengawasan memang sulit dilakuka,n mengingat penghuni yang memang jarang bersosialisasi. Selain itu, banyak juga justru unit yang digunakan oleh pelaku prostitusi adalah hasil menyewa. “Jadi selain pengelol, kami juga akan memanggil pemilik unit,” terang Nico pada wartawan pada Jumat (10/8/2018) minggu lalu.

Mengenai apakah kegiatan prostitusi tersebut melibatkan pengelola, Nico mengatakan sejauh ini, pihaknya masih melakukan pendalaman, apakah ada atau tidak keterlibatan pengelola Apartemen Kalibata City dalam kasus ini. “Bila terbukti terlibat, pengelola pun akan ditindak.Kami tidak hanya menegur. Siapa yang salah kami proses,” tegasnya.

Dikatakannya dalam pemeriksaan, pemiliknya nanti akan dimintai keterangan apakah mengetahui atau tidak unitnya digunakan untuk prostitusi.

“Kan ada sewa bulanan, beda dengan sewa harian. Kalau pemilik sewakan harian ada indikasi dia melanggar peraturan. Ada indikasi dia mengetahui terhadap pelacuran ini bisa kena,” ujar Nico..

Dalam kurun waktu lima kali pengungkapan polisi kegiatan prostitusi di apartemen Kalibata City, sejauh ini, sebanyak 17 unit apartemen yang digunakan untuk bisnis prostitusi telah disegel polisi. Hal itu dilakukan karena polisi masih terus melakukan pengembangan kasus.

“Kalau misal pemeriksaan sudah selesai, kami kembalikan. Karena kadang-kadang antara pemilik dan orang yang menyewa berbeda, sehingga proses penyegelan itu semata-mata dalam rangka penyelidikan,” pungkas Kombes Pol Nico Afinta.

Dari pengakuan salah satu penghuni, selama ini di wilayah apartemen Kalibata City memang banyak kesan negatifnya. Sebabnya selain banyaknya penggerebekan karena prostitusi, tak dipungkirinya banyak juga yang memang menjadi wanita simpanan.

Mengapa praktik prostitusi tumbuh subur di Apartemen, salah satunya di Kalibata City? Kriminolog sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan merasa miris melihat fenomena semakin banyaknya kasus prostitusi di sejumlah apartemen di sekitar kota besar, terutama di Jakarta. Salah satu yang menjadi perhatian adalah di komplek apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.
Menurutnya rendahnya pengawasan dalam penyewaan kamar apartemen disinyalir menjadi salah satu faktor penyebab maraknya prostitusi di Kalibata City.

“Rendahnya pengawasan sewa sangat mempengaruhi prostitusi tumbuh subur. Germo dan penyedia lokasi yang jelas mendapat keuntungan dari kegiatan itu bisa dihukum berat,” ungkap Edi ketika dihubungi, Minggu (12/8/2018).

Ada dugaan maraknya praktik prostitusi karena mendapat dukungan dari beberapa pihak. Mulai dari mucikari, para agen properti hingga si pemilik apartemen sendiri. Kenapa si pemilik patut dicurigai ikut main? Karena si pemilik mendapat uang sewa instan dari praktik tersebut. Malah ada yang bilang, penghasilannya bisa lebih besar ketimbang disewakan secara normal. Artinya sewa secara bulanan.

Hal lainnya di sana marak praktik prostitusi, itu karena sistem relasi di apartemen memang condong individualistis, dan tidak saling kenal satu sama lain.fp03

Most Popular

Recent Comments