Kamis, Mei 6, 2021
BerandaKasus Luna Maya-Cut Tari Terkatung 8 Tahun
Array

Kasus Luna Maya-Cut Tari Terkatung 8 Tahun

Jakarta, faktapers.id – Dengan adanya praperadilan oleh Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk kasus vidio porno melibatkan Nazril Irham atau Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari tahun 2010, membuat kasus tersebut kembali mencuat ke permukaan.

Gugatan praperadilan diklaim untuk mendapat kepastian hukum, terutama menyangkut status tersangka Luna Maya dan Cut Tari, sudah delapan tahun, belum juga disidang. Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus juga belum dikeluarkan.

Namun gugatan tersebut ditolak hakim, sehingga kasus tersebut dinyatakan masih berjalan.

Lambannya kasus tersebut dinilai Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane sebagai bentuk ketidak profesionalan polisi dalam menangani perkara.

Dampaknya, kata Neta, masyarakat semakin tidak percaya karena menilai polisi bisa bertindak sesukanya dalam menerapkan aturan atau hukum yang berlaku.

“Seperti ada kepentingan tertentu atau hal yang mencurigakan. Kenapa polisi pilih kasih penanganan perkara, sehingga kasus berlarut, Rabu (8/8).

Menurut Neta, tidak ada alasan bagi polisi untuk menggantung kasus tersebut sehingga bertahun-tahun lamanya bagi Luna Maya dan Cut Tari menyandang status tersangka. Apalagi menghentikan kasus tersebut. Sebab, menurut neta, barang bukti yang dibutuhkan polisi mengungkap kasus itu juga sudah ada.

Oleh karena itu, lanjut Neta, semestinya polisi segera menyelesaikan kasus tersebut.

“Kalau mendiamkan kasus ini sama saja menzalimi orang-orang yang disebut sebagai tersangka karena harusnya bisa selesai, tapi ini dibiarkan berlarut larut. Jadi, nasib orang ini tersandera,” pungkas Neta.

Senada dengan Neta, ahli hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Mudzakir mengatakan penanganan kasus asusila itu merupakan contoh pelanggaran hak asasi manusia.

“Ini menurut saya adalah pelanggaran hak asasi manusia karena status mereka bergantung kepada penyidik. Ketika dia berulah sedikit saja, maka langsung diporses lagi,” tendas Mudzakir.

Sayangnya, lanjut Mudzakir, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) tidak mengatur secara rinci mengenai batas waktu bagi Kepolisian menindaklanjuti laporan.

“Dalam KUHAP memang enggak disebut berapa lama penyidikan bisa dilakukan. Hal ini memang kerap menimbulkan polemik karena membuka ruang bagi penyidik kepolisian mengulur waktu menangani perkara,” kata Mudzakir.

Sementara itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan, kasus ini tidak digantung oleh penyidik dan masih dalam penanganan.

Dengan begitu status Luna dan Cut Tari masih tersangka hingga kini. Keduanya dijerat dengan pasal 55 dan 282 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). fp03

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments