oleh

Kejari Jakbar Usut Pungli Parkir Liar, Camat dan Lurah Mangkir

Jakarta, faktapers.id – Pungli parkir liar di sekitar Mall Seasons City, Jembatan Besi, Tambora, akhirnya diusut Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Tahap pertama, menurut sumber Harian Fakta Pers, pihak Kejari telah melayangkan surat panggilan terhadap Camat Tambora dan Lurah. Sayangnya, Rabu (8/8), kedua pejabat wilayah tersebut mangkir dari panggilan.

Dari informasi sumber, Camat dan Lurah tidak memenuhi panggilan karena disibukkan dengan alasan rapat bersama unsur terkait lainnya.

Sumber menambahkan bahwa pihak Kejaksaan Negeri Jakbar tertarik mengusut kasus pungli terkait keberadaan parkir liar di sekitar Mall Seasons City, yang diperkirakan beromzet lebih dari Rp 500 juta per tahun.

“Kita akan usut sejauhmana keterlibatan SKPD terkait dalam menjaga assetnya. Kabarnya itu aset pemda, ya tunjukkan kalau itu aset. Kalau itu bukan (belum dibebaskan), ya tunjukkan bukti kepemilikannya,” ujar sumber.

Selain itu, sumber juga mengatakan bahwa apabila praktik pungli itu sudah berlangsung sejak 2014, ada dugaan banyak oknum-oknum yang terlibat dan telah menikmati hasil pungli itu.

“Kalau dari 2014 mulai sampai sekarang, berarti sudah banyak hasil pungli itu dinikmati oleh oknum-oknum dibelakang preman pengelola parkir. Siapa saja pihak-pihak itu, kita sedang usut satu per satu, apakah Lurah, Camat, UPP Parkir, atau pemilik lahan (bila aset pemda)?” ungkapnya.

Sayangnya, pengusutan tahap pertama terbentur mangkirnya Lurah Jembatan Besi dan Camat Tambora selaku kepala wilayah di lokasi pungli parkir liar.

“Yang punya wilayah itu Lurah (Jembatan Besi) dan Camat (Tambora), ya mereka dahululah kita lakukan pemanggilan untuk klarifikasi. Apa peran mereka sebagai pejabat wilayah dan bagaimana pengawasan mereka di wilayahnya? Setelah itu, kita kembangkan lagi melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak lainnya,” ujar sumber.

Konsolidasi
Menyikapi itu, Kasudinhub Jakbar Leo Amstrong Manalu menggelar rapat bersama stakeholder terkait, untuk membahas penanganan parkir liar di Mall Seasons City. Rapat berlangsung di ruang rapat Sudinhub Jakbar, Kamis (9/8).

Rapat itu dihadiri oleh Kasatpel UPP Parkir Jakarta Barat, Bonatongam Siregar, Satlantas Jakbar, Kecamatan Tambora, Kodim dan Sudin Kominfo Jakbar.

Dalam rapat tersebut juga terungkap bahwa Mall Seasons City belum mengantongi Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALL) dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Hal itu diungkapkan oleh Kanit Lantas Polsek Tambora, AKP Ery Siswadi.

Kasatpel UPP Parkir Jakbar, Bonatongam Siregar pun mengakui bahwa di areal parkir liar tersebut juga kerap dijadikan lokasi pesta miras. Dan hal ini juga menjadi perhatian dari UPP Parkir Jakbar.

Kepada Harian Fakta Pers, Bonatongam Siregar, menjelaskan, bahwa pihaknya selama ini hanya menarik retribusi parkir yang dikelola oleh penglola parkir yang mengantongi izin dari pihaknya.

“Kita hanya dapat dari retribusi yang sah sebesar Rp 75 ribu. Itu hasil dari area yang kita izinkan. Sedangkan area lainnya kita tidak ikutan,” ujarnya.

Dengan maraknya persoalan di Mall Seasons City dan sekitarnya, para stakeholder yang menghadiri rapat tersebut bersepakat akan membawa hasil tersebut untuk dilaporkan ke Walikota Jakbar, Rustam Effendi, dan meminta kebijakan dalam penanganannya.

Kawasan parkir yang berada di luar kawasan Mall Season City, Jalan Jembatan Besi Raya, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, dipastikan sebagai arena parkir liar. Kawasan itu tidak tercatat pada Daftar Umum Tempat Parkir Tepi Jalan Umum pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 188 tahun 2016. Hal inipun mendapat perhatian dari Walikota Jakbar, Rustam Effendi.

Parkir liar yang berlangsung sejak 2014 itu dikelola oleh preman setempat, yang kabarnya dikoordinir oleh oknum RW, Gofur.

Selain parkir liar, kawasan itu juga dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang jumlahnya berkisar 30-an pedagang liar. Berdasarkan investigasi Harian Fakta Pers, pedagang kaki lima yang berada di bawah JPO dipungli sebesar Rp 5 – 6 juta per tahun.

Selain itu, saat ini di lokasi parkir liar ada pembangunan kios, yang kabarnya akan disewakan puluhan juta per tahun.

Keterlibatan oknum RW, Gofur juga diungkapkan Camat Tambora, Djaharudin, kepada Harian Fakta Pers. Camat menjelaskan bahwa lahan itu dikuasai warga karena Pemda (Pemko Jakbar) belum melakukan pembebasan lokasi tersebut. Hal ini, ujar Camat, adalah informasi dari Ketua RW setempat, Gofur.

“Utk areal aset pemda yg merupakan aset bina marga dan badan aset JB…masih dikuasai pihak warga, krn mereka mengklaim pemda belum melakukan pembebasan lokasi tsb versi ketua rw gofur..kondisi ini sdh berlangsung lama sebelum sy masuk ke kec tambora,” ungkap Camat.

Timbul pertanyaan, apakah Lurah dan Camat turut menikmati hasil pungli yang dikutip oleh preman-preman setempat yang dikoordinir oknum RW tersebut? Lalu, sejauhmana peran Lurah dan Camat setempat dalam menjaga wilayah tugasnya, sehingga oknum RW “berhasil” menjadi penguasa parkir liar dan PKL di sekitar Mall Seasons City?

Terkait ANDALL, Kadishub DKI Jakarta, Andri Yansyah, Kamis (9/8), belum menjawab konfirmasi Harian Fakta Pers. fp02/fp01

Komentar

News Feed